/
Jum'at, 20 Januari 2023 | 16:31 WIB
Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (18/1/2023). (ANTARA/Melalusa Susthira)

Manuver politik Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, masuk ke Partai Golkar menuai sorotan banyak pihak.

Salah satunya dari pegiat media sosial Jhon Sitorus. Menurutnya, bergabungnya Kang Emil di partai beringin akan mengubah dinamika politik tahun 2024 mendatang.

"Masuknya Ridwan Kamil ke partai Golkar sedikit banyak akan mengubah peta kontestasi Pilpres 2024. Kontestasi Pilpres bisa lebih ramai dengan masuknya Kang Emil ke Golkar," kata Jhon, dikutip pada Jumat (20/1/2023).

"Meski belum deklarasi, tetapi upaya ini bagian dari strategi Golkar memastikan diri sebagai KOMPETITOR," lanjutnya.

Bahkan menurut pemilik akun Twitter @Miduk17 tersebut, Kang Emil bisa langsung menjadi kompetitor berat untuk menciptakan 4 poros di Pemilu 2024.

Bila merujuk pada hasil survei elektabilitas, maka keempat nama tersebut adalah Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Ridwan Kamil.

Lalu seperti apa peta politiknya?

Menurut Jhon, Partai Gerindra akan melanjutkan rencana pembentukan koalisi yang sudah setengah jalan. "Andai Prabowo harus Nyapres, maka Gerindra bisa berkoalisi dengan PKB agar suara parlemen mencapai angka PT (Presidential Threshold)," tutur Jhon.

"PDIP tanpa memerlukan koalisi bisa saja mengusung Capres-Cawapres sendiri," sambungnya, dan secara tersirat tentu PDIP akan mencalonkan Ganjar alih-alih Puan Maharani.

Baca Juga: Bahas Aturan Sosialisasi dan Kampanye Pemilu 2024, KPU Libatkan Dewan Pers hingga Bawaslu

Kemudian menurut Jhon, KIB yang terdiri atas Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan beralih dari mengusung Airlangga Hartarto ke Kang Emil.

"Dan Abas (Anies Baswedan) akan didukung oleh koalisi perubahan (Nasdem, Demokrat & PKS)," jelas Jhon.

Meski begitu, Jhon tetap tidak menepis kemungkinan PDIP akan mencalonkan Puan ketimbang Ganjar. Namun yang penting, menurut Jhon, PDIP tetap bisa mencalonkan siapapun tanpa harus berkoalisi.

"Mohon maaf jika AHY tak disebut, karena porsinya memang bukan untuk Capres," pungkasnya.

Load More