Terdakwa Bharada E alias Richard Eliezer bercerita pilu mengenai perjuangannya masuk Kepolisian. Hal itu diceritakan Bharada E ketika membacakan nota pembelaan atau pledoi pada Rabu (25/01/2023).
Bharada E mengaku bahwa menjadi seorang anggota Polri dan khususnya menjadi bagian dari keluarga Korps Brimob adalah sebuah mimpi serta kebanggaan baginya dan keluarga.
Usut punya usut, Bharada E sempat berusaha berjuang melakukan empat kali tes masuk Polri.
Selama bertahun-tahun mencoba tes, Bharada E ternyata juga sambil bekerja sebagai seorang sopit di sebuah hotel.
"Setelah menjalani 4 kali tes Bintara dan terakhir tes Tamtama, yang dimana sepanjang perjalan tes berkali-kali. Dari tahun 2016-2019, 4 tahun saya pun tetap bekerja sebagai sopir di sebuah hotel di untuk membantu orang tua saya," ungkap Bharada E dikutip dari tayangan Kompas TV, Kamis (26/01/2023).
Bharada E mengakui bahwa ia terus berusaha dan berjuang meski tahu menjadi seorang anggota Polri tidaklah mudah baginya.
"Karena saya tahu untuk menjadi anggota Polri tidak mudah bagi saya, tetapi saya harus terus berusaha," sambungnya.
Bharada E menyampaikan bahwa selama ini dia tumbuh di keluarga yang sangat sederhana.
Oleh sebab itu, dirinya kini menjadi seorang yang ingin terus berusaha untuk membanggakan orang tuanya.
Baca Juga: Bria Bersenjata Parang Serang Pendeta Di Gereja, Satu Tewas
Setelah empat kali mengikuti tes masuk Polri, Bharada E mampu lulus dan mendapatkan hasil peringkat yang sangat memuaskan.
"Akhirnya saya dinyatakan lulus dengan peringkat satu di Polda Sulut. Hal yang sangat membahagiakan dan membanggakan bagi saya dan keluarga, dimana cita-cita saya saya hampir tercapai menjadi seorang prajurit Brimob untuk mengabdi kepada negara dan dapat saya wujudkan," tuturnya.
Usai lulus, Bharada E pun meninggalkan kota kelahirannya Manado dan menjalani pendidikan sebagai anggota Polri pada 30 Juni 2019 di Watukosek, Pasuruan, Jawa Timur. Dalam perjalanannya ke Jawa Timur, Bharada E mengaku membawa bekal tabungannya.
Saat hendak bertolak ke Watukosek, ada momen haru di antara Bharada E dan ibunya. Keduanya menangis mengetahui Bharada E akhirnya akan menjalankan pendidikan.
"Sebelum saya merantau ke Watukosek, saya ingat sebelum saya pergi ke bandara saya berkata, 'Mak saya sudah mau mengikuti pendidikan'. Mama saya dengan bangga sambil menangis memberi saya semangat dan doa," ucap Bharada E dengan tangan gemetar membawa suratnya.
"Saya pun menangis menjawab akan menjalankan pendidikan dengan baik agar Papa Mama bangga," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Richard Eliazer Dituntut 12 Tahun Penjara, Relakan Apa pun Keputusan Tunangan: Bahagiamu Bahagiaku Juga
-
Polri Luncurkan Buku Panduan Ujian SIM Berisi 1.200 Soal Bulan Depan, Akan Disebar di Stasiun, Bandara Hingga Sekolah
-
Ayah Bharada E Sampai Dipecat Gegara Kasus Sambo, Sang Ibu: Icad Harapan Keluarga Kami
-
Cegat Truk Berpelat Luar Jakarta di Cengkareng, Saipul dan Iqbal Peras Sopir Diduga Buat Beli Sabu
-
CEK FAKTA: Beredar Breaking News Jokowi Resmi Bebaskan Bharada E dari Tuntutan Hukum, Benarkah?
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Mitsubishi Eclipse Kapan Meluncur? Kini Bawa Mesin Canggih Ramah Lingkungan
-
Bukan Cuma Razia Absensi, Wali Kota Sukabumi Duduk Lesehan dan Minta Curhat ASN Saat Sidak
-
Buron Interpol Pengirim PMI Ilegal ke Kamboja Dibekuk di Soetta
-
Gubernur Riau Abdul Wahid Cuma Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Belum Putuskan Ajukan Banding
-
Benarkah Atap Asbes Bisa Bikin Kanker? Dokter Paru Ungkap Fakta dari WHO
-
2 SPPG di Simeulue Aceh Berhenti Beroperasi
-
Ramai Pagar Tinggi di Mal, APPBI Buka Suara
-
4 Moisturizer Centella Asiatica untuk Jerawat Terbaik, Redakan Kemerahan Menurut Klaim
-
Kenapa Jepang Sering Diguncang Gempa Bumi Besar?
-
Perkuat Sinergi Politik, Bupati Bogor dan DPRD Pererat Komunikasi demi Aspirasi Rakyat