Bunda Corla saat ini menjadi sorotan publik. Selain masalahnya dengan Nikita Mirzani, banyak orang yang menanyakan kejelasan gender Bunda Corla.
Seolah muak dengan pertanyaan tersebut yang tak kunjung selesai, Bunda Corla pun membandingkan aturan Hak Asasi Manusia (HAM) yang ada di Jerman dengan Indonesia.
Menurut Bunda Corla, gender adalah sesuatu yang privasi di Jerman. Bahkan seseorang bisa dituntut jika mengusik gender orang lain.
"Itu bisa dituntut di pengadilan, kenapa? Urusan gender itu urusan orang. Jadi nggak boleh sebenarnya, apalagi bongkar-bongkar ini harus tau siapa dia, itu nggak boleh. Di Jerman nggak boleh kayak gitu, itu privasi. Sebagai orang yag pintar, harus paham itu semua," ucap Bunda Corla dalam live streaming Instagram miliknya yang dibagikan kembali oleh akun @lambegosiip pada Jumat (27/1/2023).
Pemilik nama Cynthia Corla Pricillia itu menambahkan bahwa orang-orang yang terlalu mengurusi gendernya adalah orang yang sok mau tahu dan tak memiliki pekerjaan.
Selain itu, ia merasa hal tersebut tidak adil baginya karena Bunda Corla masih bagian dari warga negara Indonesia dan bukan orang asing atau bule.
"Terlalu julid, terlalu sok mau tau, sok ngurusin orang, karena nganggur nggak punya kerjaan. Yang diurusin orang Indonesia pula. Sebagai orang Indonesia pulang ke Indonesia diginiin, apa nggak tambah ribet? Orang saya masih orang Indonesia, bunda kan nggak jadi warga Eropa. Kalau bunda mau juga bisa, tapi bunda cinta Indonesia," tambah Bunda Corla.
Bunda Corla membandingkan dengan bagaimana orang-orang di Jerman memperlakukannya dibandingkan dengan orang Indonesia.
Ia menyebut bahwa orang di Jerman sangat menghargai HAM, berbeda dengan orang Indonesia. Tak hanya itu, Bunda Corla pun bingung dengan orang-orang yang memintanya untuk segera balik ke Jerman.
"Gini aja, bunda orang Indonesia tinggal di Eropa aja hak asasi bunda dihargain. Gue kembali ke Indonesia, ke tanah lahir gue, malah disuruh gue pulang ke negara orang, ngapain? Orang ini negara gue," ungkapnya.
Mendapat perlakuan seperti itu, Bunda Corla merasa HAM miliknya diinjak-injak.
Padahal, Bunda Corla melakukan siaran langsung ketika di Jerman dengan tujuan hanya ingin menghibur melalui media sosial.
"Di luar negeri itu nggak ada ngurusin gender orang. Hidup orang itu diberikan hak asasi manusia masing-masing, mau ngapain terserah selagi nggak merampok, mencuri, memfitnah," tutupnya.
Meski begitu, Bunda Corla tidak menyebut nama siapa pun di dalam live streaming tersebut sehingga tak ada yang tahu siapa yang sedang dibahasnya pada saat itu.
Video itu pun menuai beragam komentar dari warganet. Tak sedikit warganet yang sependapat dengan Bunda Corla.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Sayap Kecil yang Menantang Badai