/
Rabu, 01 Februari 2023 | 15:19 WIB
Anies Baswedan dan Prabowo Subianto di kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta, Rabu (19/4). (Ist)

Belakangan ini isu kontrak politik antara Prabowo Subianto dan Anies Baswedan sedang menjadi pembicaraan banyak pihak.

Kontrak yang konon diteken menjelang Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 ini diungkap oleh elite Partai Gerindra, Sandiaga Uno.

Namun perwakilan Anies, Sudirman Said, membantah isu tersebut. Dilihat dari kanal YouTube MetroTV, mantan Menteri ESDM itu menilai tidak masuk akal apabila ada perjanjian politik yang melarang Anies maju sebagai capres.

"Tidak masuk akal ada perjanjian yang mengatakan dia dilarang maju menjadi calon presiden sampai dengan tahun tertentu," kata Sudirman, dikutip pada Rabu (1/2/2023).

"Karena yang disampaikan Pak Anies pada waktu itu adalah komitmen moral, bukan soal perjanjian legal, sebagai orang yang diusung oleh Pak Prabowo," lanjutnya.

Bukan hanya itu, Sudirman juga mengklaim ada upaya untuk mengajak Anies menjadi calon wakil presiden di tahun-tahun tersebut. Namun saat itu Anies konsisten memilih bertahan sebagai Gubernur DKI Jakarta alih-alih menerima tawaran sebagai cawapres.

"Memang ada usaha atau komunikasi dengan Pak Anies untuk mengundang beliau menjadi calon wakil presiden. Saya juga yang termasuk bicara dengan beliau, bahkan boleh dibilang saya ikut meyakinkan supaya mempertimbangkan tawaran itu," terang Sudirman.

Kendati mendapat tawaran politik lain, Anies memilih untuk menyelesaikan jabatannya sebagai DKI 1 sampai 16 Oktober 2022 kemarin.

"Pak Anies berkali-kali diskusi konsisten mengatakan saya ini baru dua tahun bekerja dan saya ingin menuntaskan tugas sebagai gubernur di Jakarta. Jadi saya tidak akan meninggalkan Jakarta sampai tugas saya selesai," tandasnya.

Baca Juga: Tilap Narkoba Buat Bonus Anggota, Irjen Teddy Minahasa Suruh AKPB Dody Ganti Barbuk Sabu Pakai Tawas

Karena itulah Sudirman membantah bila ada perjanjian politik antara Anies dan Prabowo. Sebelumnya Sudirman menduga Sandiaga keliru terkait dengan perjanjian politik yang dimaksud.

"Mengenai perjanjian Pilpres saya tidak pernah mendengar itu. Jadi, saya tidak tahu yang dimaksud Pak Sandi itu perjanjian apa. Mudah-mudahan beliau keliru ya," beber Sudirman dari tayangan kanal YouTube tvOneNews.

Load More