Viral kasus polisi peras polisi, minta duit pelicin sampai tanah, Polda Metro Jaya menyatakan ada inkonsistensi dan tidak masuk logika.
Pekan ini, ada kejadian viral Bripka Madih yang menyatakan diperas oknum polisi. Untuk pengurusan sengketa tanah milik orangtuanya ia dipalak duit pelicin ratusan juta rupiah sampai sebidang tanah oleh penyidik dari Kepolisian.
Dikutip dari kanal News Suara.com, Polda Metro Jaya menilai pengakuan Bripka Madih, anggota Provos Polsek Jatinegara diminta duit pelicin oleh penyidik sebesar Rp 100 juta dan tanah 1.000 m persegi itu tidak masuk logika.
Alasannya, hasil penyelidikan menunjukkan fakta bahwa sisa tanah milik orangtua Bripka Madih tak sampai 1.000 m persegi.
Dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa Halimah, ibu Bripka Madih pertama kali melaporkan kasus sengketa tanah ini dengan terlapor bernama Mulih pada 2011. Luas tanah yang dipermasalahkan 1.600 m persegi, bukan 3.600 m persegi seperti disebutkan Bripka Madih.
"Terjadi inkonsistensi mana yang benar, tetapi dalam fakta hukum yang kami dapat di sini adalah 1.600," jelas Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (3/2/2023) malam.
Dalam perkara ini, penyidik telah memeriksa 16 saksi. Hasilnya, tanah dengan nomor girik 191 telah dijual ayah Bripka Madih atas nama Tonge. Penjualan ini menyertakan bukti sembilan Akta Jual Beli (AJB).
"Telah terjadi jual beli dengan menjadi sembilan AJB dan sisa lahanya atau tanahnya dari girik 191 seluas 4.411 ini sudah dengan AJB seluas 3.649,5 m artinya sisanya hanya sekitar 761,5 meter persegi," lanjut Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.
Sembilan AJB itu telah diperiksa penyidik untuk memastikan keasliannya. Pemeriksaan dilakukan tim Inafis dan telah dipastikan cap jempol dalam AJB identik.
"Fakta identik, ini dijual Tonge, ayah dari Madih sejak 1979 sampai rentang waktu 1992. Berarti saat dijual oleh ayahnya yang bersangkutan (Madih) kelahiran 1978 masih kecil," lanjut Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.
"Nalar logika kita berpikir, ketika ada statement diminta hadiah 1.000 meter, sedangkan sisanya saja 761,5 meter persegi. Kalau minta hadiah 1.000 meter, artinya tidak ada lahan itu 'kan tidak masuk logika," tukasnya.
Untuk itu pihak Polda Metro Jaya akan melakukan konfrontasi atau menkonfrontasi alias mengkonfrontir Bripka Madih dengan TG, penyidik yang disebut meminta duit pelicin itu. Kekinian TG sudah purnawirawan.
Berita Terkait
-
Kronologi Kasus Polisi Peras Polisi, Bripka Madih Malah Sempat Dilaporkan Istri ke Propam
-
Viral Ada Kucing Dijadikan Bakso di Bogor, Ini Kata Polisi
-
Ada Oknum Polisi Minta Duit Pelicin dan Tanah kepada Anggota Provos, Kapolda Metro Jaya Mesti Sering Sidak Internal
-
Langkah Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pencari Fakta Usut Ulang Kasus Mahasiswa Meninggal Jadi Tersangka Beroleh Dukungan Lemkapi
-
Mahasiswa FISIP UI Meninggal Jadi Tersangka, Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Kecelakaan di Srengseng Sawah
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
Berangkat Cerdas: Mengubah Lelah Menjadi Faedah di Bangku Transportasi Umum
-
Ulasan Novel Perundungan Maut, Pembalasan Dendam Para Korban Perundungan
-
Samsung Hadirkan Bespoke AI Refrigerator, Revolusi Manajemen Dapur di Musim Sekolah 2026
-
Korupsi KBS Terungkap: Dana Perawatan Satwa Menguap ke Kantong Pribadi Dirut
-
Usai Mundur, Nanik Spill Tipis-tipis Sosok Kepala BGN Baru: Siap Jewer kalau Menyimpang
-
Weton Tulang Wangi Hari Apa? Ini Ciri-Ciri Kepribadiannya Menurut Primbon Jawa
-
Lampung Bersiap Jadi Rumah Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
-
Cukai Vape Sumbang Rp2,8 T, Bea Cukai Wanti-wanti Ledakan Produk Ilegal Ancam Penerimaan Negara
-
Kebijakan Pemerintah Ini Bikin Bisnis Akar Rumput Untung, BBRI Ikutan Cuan
-
Lampu Hijau Peluncuran! Sertifikasi Xiaomi Pad 9 dan Xiaomi 17 Fold Resmi Terbit