Gempa bumi skala besar di wilayah Turki terjadi karena lokasinya berada persis di atas Lempeng Anatolia yang memiliki dua patahan besar.
Gempa bumi Turki dan Suriah berkekuatan 7,8 magnitude merenggut nyawa tidak kurang dari 3.823 jiwa, 2.023 luka-luka, serta 1.718 unit bangunan roboh. Lindu ini yang terkuat sejak gempa berkekuatan 7,8 Skala Richter (SR) di Provinsi Erzincan, Turki pada 1939 dengan korban jiwa mencapai 30.000 orang.
Dikutip kantor berita Antara dari Aljazeera, gempa berkekuatan hampir sama, 7,4 Magnitude terjadi di Turki pada 1999. Korban meninggal dunia mencapai lebih dari 17.000 orang, termasuk sekira 1.000 orang di kota terbesarnya, Istanbul.
Turki berada jalur gempa yang termasuk paling aktif di dunia. Yaitu adanya dua patahan di Lempeng Anatolia. Karena kondisi geologi itu--seperti beberapa wilayah Indonesia dan negara-negara rawan gempa lainnya, antara lain Iran dan Jepang--Turki menjadi salah satu bagian dari zona-zona gempa paling aktif di dunia.
Gempa bumi skala besar di wilayah Turki terjadi karena lokasinya berada persis di atas Lempeng Anatolia yang memiliki dua patahan besar, yakni Patahan Anatolia Utara dan Patahan Anatolia Timur. Lempeng ini bersinggungan ke selatan di Lempeng Arab.
Kedua patahan, yaitu Patahan Anatolia Utara membentang antara Lempeng Anatolia dan Lempeng Eurasia di sebelah utara daratan Turki, dan Patahan Anatolia Timur membentang di sepanjang Lempeng Arab hingga bagian tenggara Turki.
Pergerakan di Patahan Anatolia Timur inilah yang diyakini menjadi pemicu gempa bumi dahsyat yang terjadi Senin (6/2/2023). Episentrum di Turki bagian tenggara yang berdekatan dengan perbatasan Turki-Suriah.
Gempa susulan membentang sepanjang sampai sekitar 200 km di sepanjang garis patahan besar, yakni Sesar Anatolia Timur, di sepanjang bagian tenggara Turki.
Chris Elders dari School of Earth and Planetary Sciences pada Universitas Curtin di Perth, Australia, mengungkapkan Gempa Turki amat dahsyat dan menghancurkan, karena episentrum hanya 18 km dari permukaan bumi atau sangat dangkal.
Akibatnya, tidak hanya menciptakan suara gemuruh, gempa juga melepaskan energi yang jauh lebih besar dibandingkan gempa berkedalaman di dalam kerak bumi.
Seorang pakar gempa Turki mendesak pemerintah negara itu agar memeriksa retakan di beberapa bendungan yang berada di kawasan gempa. Tujuannya sebagai langkah antisipasi kemungkinan bendungan jebol sehingga menciptakan banjir bandang.
Guncangan gempa juga dirasakan di Siprus yang berada di Laut Tengah atau Mediterania, Lebanon yang berbatasan dengan Suriah, dan Mesir.
Tim pencari dan penyelamat Turki dan Suriah tengah berusaha mencari korban yang masih tertimbun rangkaian bangunan yang ambruk diguncang gempa.
Berita Terkait
-
Legislator Ajak Pemerintah dan Rakyat Indonesia Bantu Korban Gempa di Turki
-
Gempa Turki Tewaskan Ribuan Orang, KBRI Minta Keluarga WNI Tetap Tenang
-
Luluh Lantah Turki dan Suriah Usai Diterjang Gempa Bumi Dahsyat
-
Duka Presiden Putin Untuk Korban Gempa Turki, Kirim Tim Penyelamat Dan Pesawat Rusia Bantu Proses Evakuasi
-
Gempa Bumi Turki, Pemain Sepak Bola Christian Atsu yang Pernah Perkuat Newcastle United dan Everton Dinyatakan Belum Ketemu
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123