Kantor Kepresidenan Korea Selatan kirimkan personel penyelamatan untuk aksi kemanusiaan gempa Turki.
Sehari setelah gempa Turki berkekuatan 7,8 Magnitude, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol pada Selasa (7/2/2023), menyusun pengiriman petugas penyelamat dan suplai medis ke negara dengan ibu kota di Ankara itu.
Dikutip kantor berita Antara dari kantor berita Korea Selatan, Yonhap, berdasar informasi kantor kepresidenan Korea Selatan, jumlah kematian yang mencapai 3.400 korban dikhawatirkan akan terus bertambah.
"Presiden Yoon Suk Yeol pagi ini memerintahkan pengerahan personel penyelamat menggunakan pesawat militer untuk membantu Turki mengatasi gempa," demikian bunyi pernyataan kantor kepresidenan Korea Selatan.
"Obat-obatan darurat dan suplai medis juga diminta untuk segera dikirimkan," lanjut pernyataan itu.
Sekretaris presidensial senior untuk urusan pers, Kim Eun-hye menambahkan bahwa sekitar 60 anggota tim penyelamat internasional yang dianggap terbaik di dunia akan dikerahkan ke Turki.
Yoon Suk Yeol menyatakan kebaikan Turki di masa silam, sebagai "saudara sebangsa yang segera mengirim pasukan tanpa ragu saat terjadi invasi komunis pada 1950".
Menilik kilas sejarahnya, pada 1950-1953, Turki berjuang bersama Korea Selatan dalam Perang Korea yang terjadi pada 1950-1953.
Kantor kepresidenan mengatakan presiden Korea Selatan memerintahkan jajaran pemerintah untuk bekerja sama secara erat dengan otoritas Turki melalui kementerian luar negeri dan misi diplomatik Korsel di negara itu.
"Presiden Yoon juga memerintahkan sejumlah kementerian terkait agar bekerja bersama kementerian luar negeri untuk secara aktif memberikan langkah-langkah bantuan jika Turki membutuhkan bantuan tambahan," demikian pernyataan kantor kepresidenan Korea Selatan.
Yoon Suk Yeol telah menginstruksikan Kantor Keamanan Nasional presidensial dan Kementerian Luar Negeri untuk mengambil langkah-langkah aktif guna memberikan bantuan kemanusiaan ke Turki. Serta Iran, yang akhir bulan lalu diguncang gempa berkekuatan 5,9 Magnitude.
"Hati saya tertuju kepada orang-orang Turki dan Suriah selama masa sulit ini. Korea menyampaikan belasungkawa terdalam bagi mereka yang kehilangan orang-orang tercinta," tukas Presiden Yoon Suk Yeol via laman media sosial Twitter.
"Kami siap membantu Turki, persaudaraan yang ditempa dengan penuh darah selama Perang Korea, dengan cara apa pun yang memungkinkan," tutupnya.
Berita Terkait
-
Gempa Turki Panaskan Harga Minyak Global, Naik 2% Lebih
-
Kesamaan Gempa Turki dan Banten yang Terjadi Pagi Ini
-
Siti Liza Kabarkan Kondisinya Usai Gempa Turki, Kaget Lihat Apartemen Roboh
-
Indonesia dan Korea Selatan Sepakat Tingkatkan Kemitraan Strategis
-
Ribuan Sopir Truk di Korea Selatan Lakukan Aksi Mogok
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Tutorial Jadi Generasi Sandwich: Kenyang Makan Hati, Dompet Diet Ketat
-
Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
-
Manajer Bongkar Pendapatan Fajar SadBoy Setahun, Cuma Segini
-
Jadwal Imsakiyah Kota Padang Hari Ini, Sabtu 28 Februari 2026
-
Cerita Wayne Rooney: Lagi Kesal dengan Sir Alex Eh Lihat Kelakuan Anomali Diego Maradona
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Jadwal Imsakiyah Kota Malang Sabtu 28 Februari 2026
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas