/
Jum'at, 10 Februari 2023 | 08:27 WIB
Pesawat milik Susi Air jenis Pilatus Piper ((ANTARA/HO/Dokumen Pribadi))

Philip Mehrtens adalah sosok family man, rela menempuh tugas penuh risiko demi menghidupi keluarga kecilnya.

Nama Captain Philip Mehrtens mengemuka saat Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menyatakan klaim tentang penyanderaan seorang pilot pesawat Susi Air, Pilatus Piper PC 6/PK-BVY yang dibakar di Bandara Distrik Paro, Nduga, Papua, pada Selasa (7/2/2023).

Dikutip dari kanal News Suara.com, pihak yang mengaku bertanggung jawab dalam aksi pembakaran, TPNPB OPM Kodap III Ndugama-Derakma di bawah Pimpinan Panglima Brigjen Egianus Kogoya menyebutkan sang pilot disandera.

Pagi itu, pilot Philip Mehrtens mendaratkan Pilatus Piper di landasan Paro, Kabupaten Nduga, Papua pukul 05.33 WIT. Terbang dari Bandara Moses Kilangin, Timika, serta dijadwalkan kembali pukul 07.40 WIT.

Pihak KKB dengan jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom menyatakan, "Pilotnya sudah kami sandera dan sedang bawa keluar, anggota TNI-Polri tidak boleh tembak atau interogasi masyarakat sipil Nduga, karena yang melakukan adalah kami TPNPB OPM Kodap III Ndugama-Derakma di bawah pimpinan Panglima Brigjen Egianus Kogoya."

Pihak Kedutaan Besar Selandia Baru di Jakarta menyatakan konfirmasi bahwa Philip Mark Mehrtens berkewarganegaraan Selandia Baru dan bekerja di Indonesia sebagai seorang pilot.

Kekinian, tim gabungan TNI-Polri dan Tim Operasi Damai Cartenz tengah  mengupayakan ditemukannya Captain Philip Mark Mehrtens serta penumpang termasuk satu bayi yang diduga disandera KKB.

Seorang rekan Captain Philip Mehrtens mengungkap sosoknya dalam sebuah wawancara dengan The Sydney Morning Herald. Mereka berjumpa saat pendidikan di Akademi Penerbangan Internasional di Bandara Christchurch, Selandia Baru.

Ia menyatakan bahwa Philip Mehrtens adalah sosok yang dikenal sebagai family man, rela berkorban menghadapi risiko demi menghidupi keluarga kecilnya.

Dibesarkan di Christchurch, ibu kota Selandia Baru, Philip Mehrtens lulus pendidikan penerbangan internasional di sana serta bekerja sebagai pilot di maskapai Susi Air. Sesekali ia pulang kampung ke Selandia Baru, antara lain pada 2016.

Kemudian ia melanjutkan karir di Auckland, Selandia Baru. Kemudian pindah ke Hong Kong SAR (Special Administration Region) China sebagai pilot Cathay Dragon, dan membawa serta istri dan putranya. Selanjutnya, ia kembali bekerja di maskapai penerbangan Susi Air.

Dalam tugasnya sebagai pilot di perusahaan penerbangan milik mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Captain Philip Mehrtens kerap menjalani rute berbahaya. Tugas penuh risiko, termasuk bentang alam atau lansekap Papua yang bergunung-gunung, mengendalikan pesawat di dataran tinggi.

"Ini menunjukkan betapa besar pengabdiannya sebagai seorang family man. Rela menempatkan dirinya dalam risiko demi memperoleh uang untuk menghidupi keluarganya," ungkap rekan Captain Philip Mehrtens.

Load More