Kelakuan admin Twitter Partai Gerindra kembali mendapatkan sorotan warganet.
Kali ini akun Twitter Partai Gerindra itu disuruh publik untuk mencopot baliho Puan Maharani, Ketua DPR sekaligus Politikus PDIP.
Awalnya akun Twitter itu menyinggung soal baliho yang menampilkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Ketua DPP Gerindra Setyoko.
Ia mengajak publik apabila ada yang keberatan segera melaporkan ke akun Twitter Partai Gerindra untuk disampaikan ke atasannya.
"Mohon maaf bagi para pengguna jalan, jika mulai terganggu dengan spanduk-spanduk ini, lapor aja ke Admin, ya. Nanti biar disampaikan kepada atasan," tulis akun tersebut, dikutip Jumat (10/2/2023).
Cuitan ini kemudian direspons warganet. Namun bukannya soal baliho Partai Gerindra, publik malah mengunggah soal baliho Puan Maharani.
"Iya min," kata salah satu warganet sembari menautkan baliho Puan Maharani.
Cuitan warganet itu kemudian dibalas oleh akun Twitter Partai Gerindra.
"Minta tolong jangan menempatkan Admin dalam posisi yang berbahaya, Mas," kata admin Twitter Gerindra.
Baca Juga: Diungkap Aldila Jelita, Begini Kondisi Terkini Indra Bekti Usai Jalani Operasi Mata
Sontak tweet itu langsung dibalas lagi oleh warganet lainnya.
"Cemen luh mind, masak burung garuda takut sama banteng??" kelakar salah satu warganet.
"Lebih baik cemen, tapi hidup tenang. Daripada sok kuat, beberapa hari kemudian jadi pengangguran," balas admin Twitter Partai Gerindra.
Meski hanya candaan, tetap ada warganet yang mengeluhkan baliho Partai Gerindra dan melaporkannya ke akun tersebut.
"min, di jembatan pelangi antapani bandung, bendera-bendera partai dirimu sudah banyak yang limbung ke jalan, membahayakan pengemudi terlebih motor. Bisa nyangkut ke ban terus pas turunan flyover bisa bahaya," ungkap warganet lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
-
Aksi Bersih di 24 Pantai Bali - Nusa Tenggara: Bank Mandiri Jaga Lingkungan dan Transformasi Digital
-
Blush On Apa yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang? Cek 5 Rekomendasi yang Paling Pas
-
Tok! Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Richard Lee, Doktif Langsung Sujud Syukur
-
Biaya Servis Mobil Hybrid vs Mobil Bensin Biasa, Mana yang Lebih Hemat?
-
BPDP Ungkap Penerimaan Ekspor Sawit Tembus Rp 31 Triliun di 2025
-
Prediksi Ratchaburi vs Persib Bandung di AFC Champions League Two, Rabu 11 Februari 2026
-
Perempuan Sabu Raijua, Penjaga Tradisi dan Motor Ekonomi Gula Semut
-
7 Fakta Aksi Heroik Bocah Palembang Lawan Begal hingga Pelaku Lari Tunggang Langgang
-
Jujutsu Kaisen S3 Episode 8 Resmi Ditunda: Cek Jadwal Rilis Terbaru dan Alasannya