- BPDP mencatat realisasi pungutan ekspor kelapa sawit 2025 mencapai Rp 31 triliun, melebihi capaian tahun 2024.
- Dana terkumpul dari pungutan tersebut dialokasikan untuk peremajaan sawit rakyat dan program biodiesel B40.
- Program biodiesel B40 berhasil menghemat devisa negara hingga Rp 147,5 triliun pada tahun 2024.
Suara.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mengungkapkan realisasi penerimaan dari pungutan ekspor kelapa sawit mencapai Rp 31 triliun sepanjang tahun 2025.
Lembaga di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) itu menyebut kalau angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 dengan realisasi Rp 25,76 triliun.
"Penerimaan kita kurang lebih di Rp 31 triliun di tahun 2025,” kata Zaid Burhan Ibrahim selaku Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP dalam Media Briefing yang digelar di Hotel Movenpick Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Zaid menjelaskan kalau penghasilan BPDP itu digunakan lagi untuk pembiayaan program pengembangan kelapa sawit rakyat.
Menurutnya, insentif ini dipakai untuk peremajaan lahan sawit milik rakyat, bukan industri. Ia memastikan program ini sifatnya bantuan alias tidak dikembalikan.
"Bukan ke industri ya, ke perkebunan sawit rakyat yang sifatnya bantuan dan ini bukan pinjaman. Tidak perlu dikembalikan lagi,” beber dia.
Tahun 2026 ini BPDP menargetkan peremajaan 50.000 hektare lahan sawit rakyat. Mereka juga siap menambah anggaran jika rekomendasi teknis melebihi target.
Selain peremajaan lahan, anggaran pungutan sawit itu juga dipakai untuk program biodiesel seperti B40.
Berkat pengembangan B40, Zaid menilai sawit bisa menghemat devisa hingga 40 persen karena sawit digunakan untuk bahan bakar yang sebelumnya impor.
Baca Juga: Kejagung Bongkar Korupsi Ekspor CPO & POME, Kerugian Negara Capai Rp 14 Triliun
"Yang harusnya kita beli 100 persen misalnya bahan bakar fosil dari luar, dengan adanya program B40 ini, akan terjadi penghematan devisa. Nah, tahun 2024, kita menghemat devisa Rp147,5 triliun. Yang bisa kita hemat, yang harusnya kita melakukan impor sawit dengan mengeluarkan devisa Rp147,5 triliun, tapi dengan program B40 ini kita menjadi menghemat devisa senilai sebesar itu," jelasnya.
Berita Terkait
-
Kejagung Bongkar Korupsi Ekspor CPO & POME, Kerugian Negara Capai Rp 14 Triliun
-
Kerugian Negara Ditaksir Rp14 Triliun, Kejagung Mulai Lacak Aset 11 Tersangka Perkara Ekspor CPO
-
Harga CPO KPBN Terkoreksi di Level Rp14.345/kg, Bursa Malaysia Melemah
-
Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO, Kerugian Negara Capai Rp 14 Triliun
-
BPDP Akui Produktivitas Sawit Indonesia Kalah dari Malaysia
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Viral Mufli Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Perusahaan, Berapa Gajinya?
-
Krakatau Posco Perusahaan Apa? Asisten Raffi Ahmad Ditunjuk Jadi Komisaris
-
Jangan Tertipu! Kenali Modus Phishing dan CS Palsu Platform Kripto
-
Asisten Raffi Ahmad Duduk di Kursi Komisaris Krakatau Posco, Siapa Mufli Budi Ananda?
-
Survei: 81% Pekerja RI Merasa Gajinya Adil, Tapi Tak Semua Bahagia
-
96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi
-
Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli
-
Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!
-
Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi
-
Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga