Ini alasan mengapa Bharada E atau Bharada Richard Eliezer selama persidangan dikawal perempuan keren selama persidangan Brigadir J.
Bhayangkara Dua atau Bharada E alias RE atau Richard Eliezer Pudihang Lumiu banyak diperbincangkan di pengadilan. Mulai tekadnya menjadi Justice Collaborator (JC) untuk menguak kebenaran atas kejadian yang menimpa rekan kerja sekaligus teman satu kosnya, Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Kemudian saat pembacaan pleidoi yang membuat publik jatuh hati, karena ia menyerahkan hubungan asmara kepada kekasih dengan kata puitis: bahagiamu, bahagiaku juga.
Sampai penampakan kelompok penggemar yang disebut Eliezer's Angels mengawalnya selama persidangan dari bangku pengunjung. Dan tak ketinggalan tentunya perempuan cantik dari bagian pengamanan Bharada E yang berdiri begitu dekat, bahkan menggandeng lelaki berusia 24 tahun lulusan pendidikan polisi 2019 itu.
Dalam kanal YouTube "Horas Inang" dari Irma Hutabarat Official, saat live streaming mengundang bintang tamu Edwin Partogi Pasaribu, S.H, Wakil Ketua LPSK RI, soal pengawal cantik Bharada E ini dibahas.
Ya, sebagai seorang pesakitan atau terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat, tentunya ia mesti datang mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dikawal petugas. Mulai anggota Polisi sampai Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Di antara netizen yang mengikuti jalannya persidangan Bharada E secara live streaming jadi penasaran, "Inang, tolong tanyakan siapakah yang cantik mengawal Bharada E?"
Irma Hutabarat yang akrab disapa Inang atau Mimma sontak tertawa beriring Edwin Partogi.
"Jadi mau tahu ya, namanya siapa, rumahnya di mana, mau kirim bunga, mau kenalan?" canda Mimma sembari memberikan kesempatan kepada Edwin Partogi untuk menjawab.
"Soal nama, itu rahasia perusahaan ya, akan tetapi kami memang menempatkan petugas perempuan ini dengan tujuan khusus," papar Erwin Partogi.
Ia menyebutkan, dalam jalannya sidang Bharada E, mayoritas pengunjung sidang adalah kaum perempuan. LPKS sebagai pihak yang harus menjaga keamanan terdakwa berstatus JC tentu harus memperhatikan sisi kenyamanan mereka pula. Di samping pengamanan melekat.
"Bila petugas lelaki, mau memperingatkan pengunjung yang mendekat kepada Richard Eliezer dengan suara pelan pun mungkin terkesan keras. Bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, apalagi kalau terpaksa menyenggol mereka. Namun bila petugas perempuan jadinya lebih luwes, misalnya permintaan agar jangan mendekat, antara lain bisa bilang, "Nanti kalau kulit Icad lecet, bagaimana?"," kata Edwin Partogi memberikan contoh pendekatan persuasif.
Irma Hutabarat merespons dengan tawa dan berkomentar strategi LPKS hingga sampai tahap demikian.
Edwin Partogi Pasaribu membenarkan. LPKS mesti menjaganya begitu ketat, sejak Bharada E menyampaikan keinginan untuk dilindungi sebagai Justice Collaborator (JC). Ia ditempatkan di safe house, serta mendapat pengawasan dan pengamanan ketat.
Status sebagai JC pun menjadi tonggak baru dalam sejarah peradilan di Tanah Air. Semoga keadilan bisa terus diterapkan bagi seluruh masyarakat Indonesia, demikian harapan Irma Hutabarat dan Edwin Partogi Pasaribu di pengujung acara.
Berita Terkait
-
Orangtua Brigadir Yosua Hutabarat: Satu Kamar dengan Rekan Kerja Artinya Satu Jiwa Satu Perasaan, Tunjukkan Bharada E yang Suci
-
Ini Pernyataan Kapolri Tentang Peluang Bharada Richard Eliezer Kembali Dinas di Kepolisian
-
Nasib Keanggotaan Bharada Richard Eliezer Akan Diputuskan Melalui Sidang Komisi KKEP, Bisa Lanjut Bekerja di Kesatuannya?
-
Harus Melompati 18 Hierarki, Mana Berani Seorang Richard Eliezer Membangkang Perintah Ferdy Sambo?
-
Hal Meringankan dan Memberatkan yang Membuat Bharada Richard Eliezer Diganjar 1 Tahun 6 Bulan Penjara
Terpopuler
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
Terkini
-
Ole Romeny Terancam Dicoret Timnas Indonesia Akibat Minim Menit Bermain dan Mandul di Oxford United
-
Rajanya Penyelamatan! Emil Audero Resmi Jadi Kiper Sibuk dan Terbaik di Serie A Italia
-
Membedah Obsesi Manusia dalam Novel Annie Bot Karya Sierra Greer
-
ASN Banten Masuk Jam 06.30 Selama Ramadan, Pulang Lebih Awal
-
Lokataru Minta Masalah Kebocoran Data Nasional Dievaluasi Sebelum Bahas RUU KKS
-
4 Pelembap Red Algae untuk Kulit Lebih Kenyal dan Kencang Sepanjang Hari
-
Deretan Aktor Muslim yang Ternyata Miliki Keturunan Tionghoa
-
Link Resmi Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 H, Awal Puasa Segera Diumumkan!
-
Intimidasi Makin Meluas, Ibu Ketua BEM UGM dan 30 Pengurus Jadi Sasaran Teror Digital
-
Lokataru Foundation: RUU KKS Berpotensi Jadi Alat Represif Baru