/
Kamis, 23 Februari 2023 | 13:05 WIB
Mario Dandy Satrio pelaku penganiayaan anak GP Ansor, David. (Instagram/@__broden)

Sosok Mario Dandy Satrio sedang mencuri perhatian masyarakat Indonesia. Pasalnya pemuda dengan tunggangan Jeep Rubicon ini dengan tega merencanakan penganiayaan terhadap anak Pengurus Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor bernama David.

Bukan hanya karena penganiayaan kejam yang dilakukannya sampai membuat David terbaring koma, Dandy sangat disorot publik karena aksi pamer harta alias flexing yang kerap dilakukannya di media sosial.

Misalnya saja memamerkan sederet aktivitasnya dengan Jeep Rubicon maupun motor gede Harley Davidson yang tentu bisa menunjukkan seberapa kayanya Dandy.

Namun kekayaan ini dianggap tidak sejalan dengan gaji sang ayah yang disebut-sebut pejabat di Ditjen Pajak Jakarta Selatan. Kasus Dandy juga menyebabkan kekayaan ayahnya dikuliti, hingga terungkap total asetnya yang melampaui harta bosnya sendiri, Menteri Keuangan Sri Mulyani, serta Jeep Rubicon dan Harley Davidson-nya yang tidak didaftarkan di E-LKHPN.

Bukan hanya itu, belakangan publik dibuat semakin terperangah dengan kekayaan Dandy yang seolah tak ada habisnya. Sebab terungkap pula bahwa pemuda itu diduga kuat mengelola sebuah kos-kosan elite di kawasan Jaksel.

Hal ini seperti diungkap akun Twitter @AfifFuadS yang melampirkan tangkapan layar hasil pencarian di aplikasi Mamikos. Tak main-main, kamar kos campur yang berlokasi di Kebayoran Baru itu disewakan dengan harga Rp3,5 juta per bulan.

"Kost M One Tipe A Kebayoran Baru Jakarta Selatan C4JGF127," seperti itulah nama dari usaha persewaan kamar kos yang diduga dikelola Dandy, dikutip pada Kamis (23/2/2023).

Sementara pemilik akun Twitter yang memviralkannya mempertanyakan bagaimana bisa mahasiswa sudah mengelola usaha kos yang tentu memerlukan modal besar.

"Anak e Eselon II Ditjen Pajak Jaksel II @DitjenPajakRI masi Mahasiswa uda punya bisnis sewa kos-kosan. Merasa kaya dan berkuasa? Hingga aniaya anak sahabat kami sampe koma hingga detik ini," tutur @AfifFuadS.

Baca Juga: Senang Arif Rahman Divonis 10 Bulan Bui di Kasus Sambo, Istri: Alhamdulilah, Terima Kasih Pak Hakim

Warganet sendiri ikut berang dengan fakta baru soal Dandy dan keluarganya ini. Pasalnya DJP dianggap melempem dalam menindak para pejabatnya yang berduit, sementara DJP sendiri kerap menyambangi warganet yang flexing di media sosial.

"Ditjen Pajak, tumpul ke pejabat, sok keras ke warga," cuit warganet.

"Biasanya @DitjenPajakRI sok asik lu kalo ada yang pamer properti, sekarang kicep aja lu," sindir warganet lain.

"Tumben ni mimin akun #pajak ga gercep liat barang mahal? Abis kuota internet apa gimana?" komentar warganet.

"Ckckc... sebagai pembayar pajak saya rakyat jelata bener bener bingung pegawe biasa tapi bisa beli mobil & motor super muahal apalagi sampe punya properti banyak itu dapetnya dari mana sih? serius nanya ini???" timpal yang lainnya.

Load More