/
Rabu, 01 Maret 2023 | 13:50 WIB
Mario Dandy Satriyo, tersangka penganiayaan terhadap David Latumahina (Antara)

Deddy Corbuzier tidak menutup-nutupi soal perasaan geramnya bila mendengar ada pengeroyokan. Berani adalah satu lawan satu.

Bagaimana sikap jantan? Bila mesti baku hantam, lakukan satu lawan satu, bukan mengajak orang atau pihak lain sampai berombongan. Demikian antara lain yang disampaikan presenter, podcaster, serta illusionist Deddy Corbuzier lewat tayangan YouTube: "Close the Door". Khususnya menyikapi kasus penganiayaan brutal yang dilakukan Mario Dandy Satriyo terhadap korban, Cristalino David Ozora Latumahina.

Dipantau daring oleh Metro Suara.com, podcast bertajuk "Anak Penjahat, Bapak Pejabat" yang diunggah sekira 24 jam itu sudah tembus 3 juta pemirsa dengan like mencapai lebih dari 130 ribu serta komentar mencapai 25 ribu. Ia sendiri memiliki subscriber hingga 20 juta.

Sebagai pegiat martial arts, Deddy Corbuzier emosional menyimak video viral tersangka, Mario Dandy Satriyo yang menghajar korban tanpa batas, bahkan menandak senang melakukan selebrasi ala pesepakbola dunia saat melihat David Latumahina tidak berdaya.

Deddy Corbuzier berterus-terang, ia sendiri dahulu gemar baku hantam. Anaknya sendiri, Azka Corbuzier juga pernah beradu fisik.

"Akan tetapi satu lawan satu," ujarnya sembari berterus-terang selalu merasa emosi bila mendengar ada perkelahian keroyokan atau beramai-ramai.

"Anda lebih tua dari korban, penampilan macho, mobil Rubicon, naiknya motor Harley-Davidson. Terima laporan dari cewek langsung nyerang, tapi bawa rombongan," kata Deddy Corbuzier sembari menghela napas panjang.

"Mengapa menyerang bisa gerudukan, rombongan? Karena ... you have very low self-esteem. Very low esteem," ulangnya. "Harga diri lu rendah!"

Menurut Deddy Corbuzier, cara baku hantam seperti dilakukan Mario Dandy Satriyo sangat tidak jantan. Bukan cara lelaki. Self-esteem atau rasa percaya diri rendah bisa mendorong seseorang untuk melakukan hal ini.

Disimak dari segi usia, Mario Dandy Satriyo sudah berusia 20 tahun, sementara korban, Cristalino David Ozora Latumahina berumur 17 tahun. Usia lebih tua mestinya juga ditunjukkan dengan sifat kedewasaan, alih-alih keroyokan.

Update terkini, Mario Dandy Satriyo, anak mantan Ditjen Pajak Jakarta Selatan, Rafael Alun Trisambodo berstatus resmi tersangka sebagai pelaku penganiayaan brutal terhadap David Latumahina. Korban masih dalam kondisi koma, meski disebutkan telah mengalami serangkaian kemajuan berarti.

Mario Dandy Satriyo secara brutal, seperti bisa disaksikan dalam video yang tersebar di jagad maya melakukan penyerangan secara fisik dan verbal, menyuruh korban push-up serta menghajar bagian paling vital tubuh yaitu kepala.

Seorang teman Mario Dandy Satrio, Shane Lukas Lumbantoruan juga menjnadi tersangka, karena melakukan perekaman video menggunakan smartphone pelaku utama, mencontohkan sikap tobat kepada korban yang harus dituruti korban, serta melakukan pembiaran terjadi kejahatan atas korban.

Dua nama perempuan, AGH sebagai pacar Mario Dandy Satriyo serta APA sebagai temannya tengah diperiksa Polres Metro Jakarta Selatan untuk didalami peran signifikan mereka dalam kasus ini.

Pengacara Mario Dandy Satriyo menyebutkan bahwa siapa saja yang terlibat dalam kasus penganiayaan ini mesti diproses hukum, termasuk AGH.

Load More