Masih tunjukkan sikap arogan, tatapan mata sampai gesture Mario Dandy Satriyo menuai cemooh penonton rekonstruksi kejadian penganiayaan brutal.
Rekonstruksi penganiayaan brutal oleh tersangka Mario Dandy Satriyo (20) terhadap anak korban D dilaksanakan pada Jumat (10/3/2023) setelah mengalami penundaan, yaitu mestinya digelar pada Kamis (9/3/2023).
Berlangsung di Tempat Kejadian Perkara (TKP) salah satu kompleks perumahan elite Jakarta Selatan, tersangka Mario Dandy Satriyo dan Shane Lukas Rotua Pangodian Lumbantoruan (19) hadir langsung, sementara anak berhadapan dengan hukum AGH tidak dihadirkan karena pertimbangan masih berstatus anak di bawah umur.
Disaksikan via daring dari berbagai kanal YouTube, antara lain Kompas TV serta TVOne, para penonton di TKP menghujani kedua tersangka saat memperagakan berbagai adegan yang berujung dengan anak korban D mengalami koma tidak kurang dari dua pekan. Dan saat ini masih dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan.
Ada seorang penonton, nenek-nenek berbusana merah yang melintas dan ikut mengabadikan dengan ponsel, seolah seperti tindakan tersangka Shane Lukas yang mengundang permintaan para jurnalis agar minggir.
Demikian pula masih terdengar suaranya masuk salah satu kamera jurnalis dan tersiarkan.
Beberapa kalimat teriakan penonton mengomentari aksi Mario Dandy Satriyo antara lain cemoohan "huuuuuu" saat ia mempraktekkan cara menendang kepala anak korban.
Pemberi instruksi jalannya adegan rekonstruksi dari Polda Metro Jaya pun mengingatkannya, "Tidak, tidak. Bukan begitu," lantas mencontohkan.
Sementara saat Shane Lukas memperagakan tendangan yang dilakukan mitra kejahatannya, penonton bertepuk tangan dan bersorak, "Naaah!"
Pemberi instruksi juga mengingatkan Mario Dandy Satriyo saat ia tercenung dan tampak tidak mendengarkan aba-aba, saat berdiri di belakang Jeep Wrangler Rubicon.
"MDS, MDS! Dengar, MDS!" demikian bunyinya lewat mic atau pengeras suara. Sembari meminta tersangka menyatakan apa yang ia katakan kepada anak korban D, dan disensor di bagian makian.
Meski terlihat menundukkan kepala dan ada tangis dari balik masker Mario Dandy Satriyo, mereka yang hadir berteriak, "Air mata buaya, air mata buaya!" ada pula yang mengomentari, "Ditunggu di penjara, ya, Mario!" bahkan ada pula yang geram dan bersuara, "Mario, nanti kamu diperkaso di penjara!"
Akan tetapi, sebelum peristiwa menitikkan air mata oleh Mario Dandy Satriyo ini terjadi, ia memberikan pandangan nyalang kepada kamera, sesaat sebelum diajak berlari ke mobil dari Polda Metro Jaya menuju TKP.
Monica Kumalasari, pakar mikro ekspresi sebagaimana ulasannya yang dikutip dari Metro TV dalam tayangan Primetime News menyatakan bahwa tersangka Mario Dandy Satriyo masih menunjukkan ekspresi kemarahan.
"Emosi dominan yang masih ada di sana adalah emosi kemarahan," paparnya, dilanjutkan dengan kemarahan kepada siapa ini belum jelas ditujukan kepada siapa.
Disebutkan pula bahwa saat terjadi kekerasan kepada anak korban D, tersangka Mario Dandy Satriyo tidak bisa mengelola kemarahannya.
Berita Terkait
-
Terima Kasih Mario Dandy Satriyo, Anak yang Buka Kotak Pandora Sekaligus Bikin Bapaknya Kesulitan Akses Safety Box Deposit Miliaran Rupiah
-
Muncul Oknum Manfaatkan Kondisi David Ozora, Minta Donasi dengan Nama Dhani Chan
-
Mario Dandy Satriyo Diajak Penyidik Berlari ke Arah Mobil, Dibawa Menuju Lokasi Rekonstruksi Penganiayaan David Latumahina
-
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Mario Dandy Satriyo cs Segera Berlangsung, Semua Tersangka Hadir
-
Selain Mengakui AGH Hanya Adik, Mario Dandy Satriyo Sebut Baru Pacaran Sebulan
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
4 HP Murah Samsung Rp1 Jutaan Terbaik, Performa Stabil untuk Harian
-
Gempa Kumamoto Magnitudo 7,1 Menewaskan 13 Orang, Merubuhkan Mall Aeon Jepang
-
Purbaya Jamin Dana Otsus Papua dan Wilayah Terdampak Bencana Aman Tanpa Ganggu Fiskal
-
Head to Head Nguyen Dinh Bac vs Mitchell Baker, Adu Tajam Dua Bintang Muda di Piala AFF 2026
-
Beda! Datang ke Indonesia, AC Milan Minta Dapur Khusus, Chelsea Cuma Request Sandwich
-
Anom Widiyantoro dari Partai Apa? Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK
-
Lupakan Skor 7-0, Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Ujian Sesungguhnya di Piala AFF 2026
-
5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
-
Harta Anom Widiyantoro, Ternyata Masuk Golongan Bupati Terkaya di Jawa Tengah
-
Sinergi BRI dan KPP: Penyaluran KUR Perumahan Tembus Rp10,6 Triliun