/
Selasa, 21 Maret 2023 | 08:03 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Jan Ethes Srinarendra saat mengikuti kirab ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi 1945/2023. ((Suara.com/Ari Welianto))

Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming, terlihat hadir dalam acara Hari Raya Nyepi Saka 1945. Itu merupakan kali pertama Solo merayakan hari besar umat Hindu.

Melalui cuitannya lewat akun Twitter @gibran_tweet, Kota Solo menggelar Gebyar Seni dan Kirab Ogoh-ogoh. Selain Ogoh-ogoh, terdapat pula pertunjukkan seni lainnya seperti jatilan, barong, hingga bleganjur.

Dalam beberapa video dan foto yang tersebar di media sosial, putra sulung Jokowi itu turut mengikuti pawai ogoh-ogoh bersama Jan Ethes. Keduanya terlihat mengenakan kemeja putih, udeng, dan kamen khas Bali. 

Hal itu menuai pujian beberapa warganet. Publik menyebut jika Gibran selaku Wali Kota Solo mampu menciptakan kota yang penuh toleransi dan kaya akan budaya.

"Seneng lihat ada kirab budaya Bali dan ogoh-ogoh di Kota Solo, mas wali. Solo pancen Kota Toleransi dan Kolaborasi," cuit akun @Shaggy_Solo.

Namun, penampilan keduanya dan pawai ogoh-ogoh tersebut rupanya tidak disambut baik oleh semua kalangan. Beberapa warganet lainnya mempertanyakan manfaat diadakannya pawai tersebut. Bahkan warganet ada yang menyinggung keyakinan yang dianut oleh Gibran.

"Manfaatnya apa yah ngadain yang begini untuk warga Solo, pak wali mohon dijelaskan?" komentar @gus_ur_ pada 18 Maret 2023. 

"Astaghfirullahaladzim, aku pikir acara seperti bertolak belakang dengan budaya rakyat beragama Islam. Merasa sedih dan kecewa," tambah @renawindiarti.

"Nggak sekalian jadi ogoh-ogohnya aja? Udah kafir sampean ikut acaranya orang kafir! Memberi ruang sudah cukup, nggak perlu ikut meramaikan, (kalau lu masih Islam)," timpal @rT_T00n.

Baca Juga: UMKM Sahabat SandiUno Memberikan Akses Pasar Kepada Binaannya Melalui AllFood International Expo

Warganet itu bahkan memblokir akun Gibran kemungkinan lantaran acara perayaan tersebut.

Gibran pun mengutip tweet tersebut untuk menjelaskan. Menurut lelaki yang akrab disapa mas wali itu, Pemkot Solo tidak pernah membatasi agama apa pun untuk menggelar perayaan hari besar.

"Pemkot Solo memberi ruang untuk semua agama hingga komunitas untuk menggelar perayaan hari besarnya. Solo siap menjadi ruang eksistensi bagi seluruh warganya tanpa terkecuali, karena Solo menjunjung toleransi dan mengedepankan kebhinekaan," cuit lelaki yang akrab disapa mas wali itu.

Cuitan Gibran Rakabuming. (sumber: [Screenshot])

Selain itu, beberapa warganet lain yang ikut hadir dalam perayaan tersebut mengaku terbantu karena dapat berjualan produk UMKM.

"Banyakin kirab budaya atau pagelaran budaya untuk menghalau radikalisme, mas wali," tulis akun @s*******

"Lagian yang komen juga aneh-aneh. Dunia bukan punya agama lu sendiri kali. Kasihan banget sama yang komen, kayak nggak pernah punya tetangga," komentar @j*******

"Terima kasih mas Gibran, selamanya Bhinneka Tunggal Ika," tambah @P********

Load More