Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming, terlihat hadir dalam acara Hari Raya Nyepi Saka 1945. Itu merupakan kali pertama Solo merayakan hari besar umat Hindu.
Melalui cuitannya lewat akun Twitter @gibran_tweet, Kota Solo menggelar Gebyar Seni dan Kirab Ogoh-ogoh. Selain Ogoh-ogoh, terdapat pula pertunjukkan seni lainnya seperti jatilan, barong, hingga bleganjur.
Dalam beberapa video dan foto yang tersebar di media sosial, putra sulung Jokowi itu turut mengikuti pawai ogoh-ogoh bersama Jan Ethes. Keduanya terlihat mengenakan kemeja putih, udeng, dan kamen khas Bali.
Hal itu menuai pujian beberapa warganet. Publik menyebut jika Gibran selaku Wali Kota Solo mampu menciptakan kota yang penuh toleransi dan kaya akan budaya.
"Seneng lihat ada kirab budaya Bali dan ogoh-ogoh di Kota Solo, mas wali. Solo pancen Kota Toleransi dan Kolaborasi," cuit akun @Shaggy_Solo.
Namun, penampilan keduanya dan pawai ogoh-ogoh tersebut rupanya tidak disambut baik oleh semua kalangan. Beberapa warganet lainnya mempertanyakan manfaat diadakannya pawai tersebut. Bahkan warganet ada yang menyinggung keyakinan yang dianut oleh Gibran.
"Manfaatnya apa yah ngadain yang begini untuk warga Solo, pak wali mohon dijelaskan?" komentar @gus_ur_ pada 18 Maret 2023.
"Astaghfirullahaladzim, aku pikir acara seperti bertolak belakang dengan budaya rakyat beragama Islam. Merasa sedih dan kecewa," tambah @renawindiarti.
"Nggak sekalian jadi ogoh-ogohnya aja? Udah kafir sampean ikut acaranya orang kafir! Memberi ruang sudah cukup, nggak perlu ikut meramaikan, (kalau lu masih Islam)," timpal @rT_T00n.
Baca Juga: UMKM Sahabat SandiUno Memberikan Akses Pasar Kepada Binaannya Melalui AllFood International Expo
Warganet itu bahkan memblokir akun Gibran kemungkinan lantaran acara perayaan tersebut.
Gibran pun mengutip tweet tersebut untuk menjelaskan. Menurut lelaki yang akrab disapa mas wali itu, Pemkot Solo tidak pernah membatasi agama apa pun untuk menggelar perayaan hari besar.
"Pemkot Solo memberi ruang untuk semua agama hingga komunitas untuk menggelar perayaan hari besarnya. Solo siap menjadi ruang eksistensi bagi seluruh warganya tanpa terkecuali, karena Solo menjunjung toleransi dan mengedepankan kebhinekaan," cuit lelaki yang akrab disapa mas wali itu.
Selain itu, beberapa warganet lain yang ikut hadir dalam perayaan tersebut mengaku terbantu karena dapat berjualan produk UMKM.
"Banyakin kirab budaya atau pagelaran budaya untuk menghalau radikalisme, mas wali," tulis akun @s*******
"Lagian yang komen juga aneh-aneh. Dunia bukan punya agama lu sendiri kali. Kasihan banget sama yang komen, kayak nggak pernah punya tetangga," komentar @j*******
"Terima kasih mas Gibran, selamanya Bhinneka Tunggal Ika," tambah @P********
Berita Terkait
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Final Piala Dunia 2026: Spanyol Taktis vs Argentina Adaptif, Siapa Unggul?
-
Suami Istri Kompak Jadi Spesialis Curanmor dan Bobol Rumah di Palembang, Polisi Ungkap Modusnya
-
Argentina Road to Final Piala Dunia 2026: Dua Kali Lolos dari Lubang Jarum
-
Spanyol Road to Final Piala Dunia 2026: Ditahan Tim Debutan Kini Tantang Juara Bertahan
-
LRT Sumsel Kampanyekan Transportasi Publik, Penumpang Stasiun Cinde Tembus 110 Ribu
-
Tagih Utang Berujung Maut, Pria di Palembang Tewas dengan Luka Bacok di Punggung
-
Echa Waode Tuntut Natalius Pigai Jamin Hak LGBT: Negara Jangan Diam Lihat Rakyat Dipersekusi!
-
Sikat 1,5 Ton Bahan Narkoba, Pemasok Laboratorium 'Pil Jin' Semarang Diringkus di Cakung!
-
IKA Perikanan Unhas: Nelayan Harus Dilibatkan Sistematis dalam Penyelamatan Laut
-
Digembleng dengan Intensitas Tinggi di Bali, Timnas Indonesia Siap Beri Kejutan di Piala AFF 2026