/
Senin, 27 Maret 2023 | 06:41 WIB
FIFA ([AFP/Fabrice Coffrini])

Ada potensi sanksi lebih berat bagi Indonesia dibandingkan saat kena hukuman pada 2016.

Awalnya, drawing Piala Dunia U-20 2023 bakal berlangsung di Bali pada 31 Maret 2023. Akan tetapi adanya penolakan keikutsertaan Israel di Piala Dunia U-20 membuat FIFA resmi membatalkan acara di Pulau Dewata ini.

Tidak sampai sini, berbagai penolakan Timnas Israel di sektor sepak bola membuat FIFA akan mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

"Jangan sampai hal itu terjadi. Mimpi buruk buat sepak bola kita. Jangan bermain-main dengan kesepakatan yang sudah dibuat dengan FIFA. Kita jadi host prosesnya mengajukan diri, bukan ujuk-ujuk FIFA yang minta. Taati kesepakatan yang ada. Segera cari air untuk memadamkan kebakaran yang timbul," ungkap M. Kusnaeni, salah satu pengamat sepak bola kondang Tanah Air.

Dikutip dari kanal Bola Suara.com, pengamat sepak bola M. Kusnaeni menilai pembatalan drawing Piala Dunia U-20 2023 yang dijadwalkan di Bali pada 31 Maret oleh FIFA berpotensi memunculkan sanksi lebih berat yang bisa didapat Indonesia dibandingkan saat menerima hukuman pada 2016.

Saat itu FIFA melakukan banned keanggotaan PSSI karena intervensi pemerintah Indonesia.

"Pembatalan drawing merupakan warning awal. Jika kita sampai gagal melaksanakan event FIFA U-20, Indonesia akan dianggap menodai kepercayaan yang diberikan FIFA," jelas Kusnaeni dalam rilis yang diterima Suara.com, Senin (27/3/2023).

"Otoritas tertinggi sepak bola internasional ini dirugikan secara material dan inmaterial, karena pelaksaan event mereka kacau-balau," paparnya.

Kusnaeni berharap pemerintah dan juga PSSI maupun LOC berkonsolidasi menyelesaikan sederet persoalan yang menjadi perhatian FIFA.

"Kami berharap semoga FIFA tidak melakukan pembatalan penunjukkan Indonesia sebagai tuan rumah," lanjut Kusnaeni.

"Pembatalan drawing merupakan peringatan awal. Apa yang perlu dilakukan? Segera konsolidasi dan bereskan PR yang ada. Karena saya melihat tak hanya masalah Israel saja yang jadi perhatian FIFA, tapi juga berkaitan dengan infrastruktur. Mereka, saya yakin berharap Indonesia bisa sukses menjadi tuan rumah," tandasnya.

Jika terkena sanksi, dunia sepak bola Indonesia bakal terdampak. Para pemain terbaik kita akan kehilangan kesempatan bersaing di pentas internasional.

Pada periode 2015-2016 Indonesia pernah merasakan pahitnya sanksi dari FIFA, dikucilkan dari pentas internasional.

Gara-gara dilarang berkiprah di ajang resmi, ranking Indonesia melorot drastis. Mimpi melihat Indonesia berprestasi bakal tidak kesampaian, karena secara ranking FIFA, tim bola nasional kita jadi keluar dari radar.

Di level domestik pun kompetisi kian sulit mendapatkan sponsor kelas atas. Mereka akan pikir-pikir lagi bila harus memasok finansial ke klub maupun PSSI karena situasi ini. Pelaksanaan kompetisi jadi tersendat karena masalah dana.

Load More