Pertunjukan musik di shelter MRT Jakarta turut melestarikan bagian seni dan budaya Tanah Air.
Mass Rapid Transportation atau MRT menjadi salah satu sarana transportasi massa penting di kota-kota metropolitan dan megapolitan. Tidak terkecuali untuk Ibu Kota Jakarta. Hadirnya MRT diharapkan mampu memberikan layanan percepatan mobilitas warga.
Di sisi lain, angklung adalah instrument atau alat musik tradisional warisan budaya Indonesia yang sudah diakui UNESCO pada 2010.
Dikutip kantor berita Antara dari rilis tertulis resmi, Komunitas Angklung Gumati Nusantara (Anggun) yang beranggotakan ibu rumah tangga mengumumkan kehadiran mereka dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun atau HUT keempat MRT.
"Kami tampil di Taman Martha Tiahahu Blok M Jakarta Selatan," jelas Gumati Sastrawinata, pendiri komunitas Anggun.
Menurutnya, penampilan di MRT ini adalah untuk kedua kalinya bagi Anggun.
"Pertama kami tampil, mereka bilang sambutannya bagus. Makanya di HUT ke-4 MRT, kami kembali diundang," lanjutnya.
Anggun berdiri sejak 7 Oktober 2021, dan sebelumnya, mulai 2015 telah berkiprah ke berbagai wilayah di Indonesia untuk melestarikan angklung.
"Dulu kita sering tampil, tetapi karena satu dan lain hal termasuk akibat pandemi terpaksa kami bubarkan," kata Gumati Sastrawinata.
Kekinian, mayoritas anggota Anggun yang berjumlah 60 orang adalah pemain lama dan berkiprah sejak 2015. Pembentukannya sendiri untuk mengakomodasi ibu-ibu yang rata-rata sudah senior atau berusia di atas 60 tahun.
"Kami hadirkan Anggun sebagai wadah agar mereka bisa selalu aktif, kreatif bermain angklung. Termasuk menghindari pikun," imbuhnya.
Untuk bergabung dengan Anggun tidak ada kriteria khusus, dan meski usia anggota atas 60 tahun, komunitas tidak menampik usia di bawah mereka. Akan tetapi, ada sederet peraturan yang harus ditaati oleh setiap anggota.
Unty Wielan selaku HRD Anggun menambahkan wadah komunitas angklung Anggun ini bertujuan melestarikan angklung di berbagai wilayah di Indonesia.
Berita Terkait
-
Mengenal Sejarah Angklung, Alat Musik Tradisional Sunda yang Dilarang Dipentaskan di Malioboro
-
Halte Harmoni Ditutup hingga 5 Tahun ke Depan
-
Sumbu Filosofi Siap Disidangkan, Pemda DIY Tunggu Kepastian UNESCO
-
Pemerintah Tetapkan MRT Jadi Objek Vital Nasional
-
Benda Diduga Cagar Budaya Ditemukan di Proyek MRT Glodok
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Ajudan Abdul Wahid Ditahan usai 'Lawan' KPK dengan Gugatan Rp11 Miliar
-
Jangan Cuma Ikut Tren! IDAI Ingatkan Bahaya Sleep Training Jika Ortu Malah Asyik Main Sosmed
-
5 Ide Outfit Kantoran ala Song Hye Kyo, Elegan dan Formal Banget!
-
Review Golden Job: Misi Terakhir yang Berujung Pengkhiantan, Malam Ini di Trans TV
-
Cara Menyimpan Songket Mahal agar Tak Dimakan Ngengat, Rahasia Benang Emas Tetap Berkilau
-
Buntut Tamara Bleszynski Tak Dampingi Teuku Rassya di Pelaminan, Mantan Suaminya Dihujat
-
Awas Wajah Rusak! Bareskrim Bongkar 'Pabrik' Skincare Bermerkuri di Bogor, Dijual Murah Rp35 Ribu
-
Anak Presiden Uganda Ancam Erdogan: Kirim Cewek Cantik untuk Saya atau Diplomat Anda Diusir
-
Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T
-
IDAI Ingatkan Risiko Tinggi Balita Mendaki Gunung Usai Kasus Hipotermia di Ungaran