/
Selasa, 04 April 2023 | 09:17 WIB
Cek fakta Presiden Jokowi minta ganti rugi kepada Ganjar Pranowo. ([YouTube/RUANG INDONESIA])

Presiden Jokowi dikabarkan meminta uang ganti rugi kepada Ganjar Pranowo sebesar Rp 5 triliun atas gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U20.

Kabar tersebut dibagikan oleh kanal YouTube RUANG INDONESIA dengan mengunggah sebuah video berjudul "Ganjar Diminta Ganti Rugi Atas Gagalnya Piala Dunia".

Selain itu, keterangan dalam thumbnail berbunyi, "Jokowi Minta Ganjar Ganti Rugi. Istana Tuntut Senilai 5 Triliun Pada Ganjar".

Thumbnail tersebut juga menampilkan foto Jokowi bersama Ganjar Pranowo tengah duduk dan dikawal oleh anggota polisi serta TNI.

Hingga kini, video itu telah disaksikan sebanyak lebih dari 3.000 penayangan. Namun, apakah benar Presiden Jokowi meminta ganti rugi kepada Ganjar Pranowo?

CEK FAKTA:

Setelah menonton video berdurasi 8 menit 5 detik tersebut, tidak ada pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa Presiden Jokowi meminta uang ganti rugi Rp 5 triliun kepada Ganjar Pranowo.

Unggahan video itu tidak memiliki keselarasan antara judul dan isi video. Narator dalam video hanya mengulas beberapa artikel seputar gagalnya Piala Dunai U20 di Indonesia.

Hingga akhir video, tidak ada ditemukan bukti valid terkait kabar Presiden Jokowi meminta ganti rugi ke Ganjar Pranowo.

Baca Juga: Ini Jadwal Sholat dan Buka Puasa Kota Surabaya, Selasa 04 April 2023

Kesimpulan:

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Presiden Joko Widodo meminta uang ganti rugi kepada Ganjar Pranowo adalah berita palsu atau hoaks.

Pengunggah video mengedit foto dalam thumbnail dan menulis judul sedemikian rupa untuk menggiring opini publik. Konten tersebut tidak memiliki kaitan antara judul dengan isi video, sehingga dapat dikategorikan sebagai konten menyesatkan karena berisi berita bohong.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More