/
Sabtu, 08 April 2023 | 05:53 WIB
Foto kebakaran kilang minyak yang disebutkan terjadi di Kota Dumai ([screenshot Turnbackhoax.id].)

Simak baik-baik, benarkah ini foto kebakaran kilang minyak Pertamina di Kota Dumai.

Beberapa saat lalu, telah terjadi kebakaran kilang Pertamina RU II di Kota Dumai. Selain banyak kabar beredar soal Menteri BUMN Erick Thohir dan Kepala Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang menjadi sosok dibicarakan untuk kejadian ini, beredar potret kebakaran di lokasi.

Salah satunya seperti diunggah akun Facebook atas nama Bang AS (Ashari). Disertai narasi "Sahabat Bang AS(Ashari) Turut berduka cita atas peristiwa di kilang pertamina RU II kota Dumai, semoga menjadi pelajaran bagi RU & bagi pekerja di manapun berada untuk Tetap Safety, turut berduka cita kepada korban, kepada masyarakat yang dampak secara materi, dan yang terdampak trauma, semoga jadi peristiwa yang terakhir, berkah selalu kota bertuah."

PENJELASAN

Akun Facebook Sahabat Bang AS memposting beberapa video dan foto. Terdapat foto yang menunjukkan kobaran api dan siluet seseorang, foto diklaim sebagai peristiwa kilang Pertami WIB.

Setelah ditelusuri menggunakan Yandex foto ini bukan foto peristiwa kilang Pertamina RU II kota Dumai. Foto ini identik dengan foto yang digunakan pada salah satu artikel detiknews yang berjudul, "Kebakaran Kilang Pertamina Balongan, Polisi: Sterilisasi Radius 2 Kilometer" yang diunggah 29 Maret 2021.

Kebakaran Kilang Minyak Balongan (sumber: [ANTARA/Khaerul Izan])

Pada caption foto terdapat informasi bahwa foto diambil saat kebakaran kilang Pertamina Balongan di Indramayu dan bersumber dari ANTARA Foto. Lebih lanjut setelah menelusuri pada website ANTARA, foto diambil oleh Dedhez Anggara dan kejadiannya adalah  kebakaran di kompleks Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat pada Senin 29 Maret 2021.

KESIMPULAN

Foto yang diklaim kebakaran kilang Pertamina RU II kota Dumai tidak benar. Foto merupakan kejadian kebakaran kilang Pertamina Balongan di Indramayu, Jawa Barat pada 29 Maret 2021, sehingga masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More