Sebatas diberi teguran, ormas akan berikan sanksi dicabut bila tindakan oknum ormas tidak pada tempatnya.
Tunjangan Hari Raya atau THR biasa diberikan menjelang hari besar seperti Lebaran. Biasanya diberikan oleh pimpinan kepada anak buah, dari atasan kepada bawahan, antara yang berkecukupan kepada yang kekurangan, dan seterusnya. Dalam dunia kerja bahkan ditetapkan berdasar peraturan.
Akan tetapi dalam perkembangannya, ada juga pihak yang meminta kebijakan diberi THR.
Dikutip dari kanal News Suara.com, diberitakan beredar surat edaran tentang dugaan permintaan THR di wilayah Kalideres, Jakarta Barat.
Dalam kop surat tampak logo surat berlambang sebuah keorganisasian masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila (PP). Ormas berasal dari Kelurahan Pengadungan, Kalideres.
Dalam surat edaran yang ditujukan kepada para pemilik usaha dan pimpinan perusahaan, berbunyi meminta dukungan moral dan materil dalam mewujudkan keamanan wilayah.
"Demikian surat pengajuan kami ajukan kepada donatur, pimpinan perusahaan atau para pengusaha agar bisa bekerja sama dan berpartisipasi untuk memberikan bantuan moral maupun materil," demikian bunyinya, dikutip Suara.com, Selasa (11/4/2023).
Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Pihak Polres Metro Jakarta Barat untuk menindak tegas oknum keorganisasian masyarakat (Ormas) yang meminta Tunjangan Hari Raya (THR) dengan cara mengintimidasi.
"Saya komunikasikan dengan Ppak Kapolres," kata Uus, saat dikonfirmasi, Rabu (12/4/2023).
Uus Kuswanto mengimbau para anggota ormas, lebih baik memperbanyak kegiatan positif yang tidak memicu konflik daripada mematok THR kepada warga dengan alasan apapun.
Sedangkan Bidang Humas NPW Pemuda Pancasila, DKI Jakarta, Badar menyatakan pihaknya melarang sama sekali adanya penarikan THR kepada warga dengan dalih apapun termasuk stabilitas penjagaan wilayah.
"Kalau perintah Ketum dilarang keras," jelas Badar, kepada Suara.com, Rabu (12/4/2023).
Selaku pengurus di wilayah DKI pihaknya sangat menyayangkan dengan perilaku oknum anggotanya.
"Saya selaku pengurus di NPW Pemuda Pancasila DKI Jakarta juga menyayangkan beredarnya surat tersebut. Jadi kalau bicara satu komando, seharusnya itu tidak beredar," tandas Badar.
Ulah oknum anggota Pemuda Pancasila yang menyebarkan undangan secara sepihak disebutnya akibat kurang mengetahui perintah atasan.
"Ini mungkin ketidaktahuan anggota yang sifatnya ingin coba-coba, kalau mau dikasih, ya bagus. Kalau tidak diberi tidak apa-apa. Tes ombak saja sepertinya," ungkap Badar.
Ia menyatakan pihaknya tidak memberikan sanksi kepada oknum anggotanya yang menyebarkan surat edaran. Pihak Pemuda Pancasila hanya memberikan teguran pada pihak yang terbukti mengedarkannya.
"Sementara sifatnya teguran kecuali terlibat narkotika atau terlibat kriminalitas, statusnya dicabut," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Heboh Ormas di Kalideres Minta THR ke Perusahaan Dalih Amankan Wilayah, Pemprov DKI: Kan Bisa Tolak
-
Kepala BNN Tasikmalaya Akui Kirim Surat Minta THR ke Perusahaan Swasta: Tambahan Buat Anggota
-
Beredar Surat Edaran Ormas Minta THR Mengatasnamakan Partisipasi Stabilitas Pengamanan Wilayah
-
Keluarga Korban Kanjuruhan Didatangi Polisi Usai Wawancara dengan Stasiun TV, Intimidasi?
-
Kontras dengan Ucapan Anak Buahnya, Pj Gubernur DKI Larang Pengurus RT Minta THR Warga: Gak Boleh!
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
Terkini
-
Jangan Baca Pesan Terakhirku
-
Terungkap! Maarten Paes Blak-blakan Soal Peran Penasihat Teknis PSSI di Balik Transfernya ke Ajax
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
-
5 Film dan Series Tayang di Prime Video Maret 2026, Siren's Kiss Sampai Young Sherlock
-
Kronologi Pembunuhan Sadis di Tanjungpinang, Pelaku Tega Potong Tubuh Istri
-
Dari Kajian Sampai Bazaar UMKM, Hijrahfest Ramadan 2026 "Comeback Stronger" Hadir di Jakarta
-
Fakta Tersembunyi Iran Dikeroyok AS dan Israel: Benarkah Cuma karena Isu Kepemilikan Nuklir?
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
KPK Ingatkan Gubernur Kaltim soal Mobil Dinas Senilai Rp8,5 Miliar
-
Fariz RM Diam-Diam Bebas Penjara, Tak Ada yang Jemput: Kayak di Film-Film