Pemprov DKI Jakarta tidak menerapkan Operasi Yustisi, sehingga pendatang baru di ibu kota kita diharapkan mengambil langkah ini.
Mudik Lebaran lantas balik sesudahnya. Di saat balik dari Hari Raya Idul Fitri itulah para pendatang baru biasanya ikut serta dalam gelombang kedatangan ke Ibu Kota Jakarta. Termasuk mereka yang ingin merasakan bekerja di perantauan.
Dikutip dari kanal News Suara.com, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyebutkan bahwa musim mudik Lebaran tahun ini akan menjadi momen ramainya pendatang baru ke Ibu Kota.
Diprediksi, puluhan ribu warga dari luar kota akan datang bersamaan dengan arus balik. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI, Budi Awaluddin.
Disebutkannya bahwa tiap mudik Lebaran selalu berimplikasi potensi bertambahnya jumlah pendatang yang berlipat dari jumlah pergerakan warga keluar Jakarta.
Dukcapil DKI Jakarta mencatat, terjadi tren peningkatan jumlah pendatang di Jakarta tiap tahunnya. Seperti dalam tiga tahun terakhir. Perinciannya, pada 2020 sejumlah 113.814 orang, 2021 mencapai 139.740 orang, dan 2022 sejumlah 151.752 orang.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta para pendatang baru saat musim mudik Lebaran ini untuk melakukan pendataan kependudukan. Caranya melapor kepada pengurus RT atau RW setempat.
Strategi yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta ini bertujuan mendata pendatang baru yang kerap diajak pemudik dari Jakarta.
"Tiap warga pendatang diharapkan untuk bisa langsung lapor kepada RT/RW setempat," jelas Kepala Disdukcapil DKI, Budi Awaluddin kepada wartawan, Jumat (14/4/2023).
Budi Awaluddin tidak menyampaikan adanya rencana Operasi Yustisi dengan meminta warga tanpa dilengkapi KTP DKI pulang ke daerahnya masing-masing. Ia hanya menyebut akan melakukan pendataan saja.
Selebihnya, Budi Awaluddin berharap para pendatang baru memiliki persiapan matang ketika datang ke Jakarta.
"Kami juga mengimbau agar pendatang mempunyai kepastian jaminan tempat tinggal, tempat kerja, serta keahlian dan keterampilan,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Arus Mudik Meningkat, Hari Ini 12 Ribu Pemudik Diberangkatkan dari Stasiun Gambir
-
Empat Lokasi Berburu Baju Lebaran di Batam
-
Resep Kacang Telur Renyah untuk Lebaran, Primadona Camilan Saingan Berat Kue Kering
-
Penumpang Bus ANS Padang-Jakarta Meningkat 95 Persen H-8 Lebaran 2023, Harga Tiket Masih Sama
-
Kabar Gembira Sambut Lebaran, Gubernur Khofifah Berlakukan Pemutihan Pajak Kendaraan Selama 120 Hari
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Jokowi Mulai Safari Politik ke Lampung, Mau Jadikan PSI Mesin Politik
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi
-
Punya Kulit Kering & Berjerawat? 4 Moisturizer Ini Aman Tanpa Bikin Pori Tersumbat
-
PHR Zona 4 Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Sampah di Prabumulih, Dorong Aksi Iklim Berkelanjutan
-
Benteng Terakhir Arema FC! 4 Penjaga Gawang Siap Tempur di Super Legue 2026/2027
-
Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut
-
3 Fakta Menarik Jelang Selandia Baru vs Belgia, Laga Hidup Mati di Grup G Piala Dunia 2026
-
Kisah Masyarakat Pasir Sakti: Dulu Diterjang Abrasi, Kini Mangrove Menjadi Sumber Penghidupan
-
Podcast Tiga Dara: Wamenaker Blak-blakan, Sebut Ijazah Sudah Bukan Modal Cari Kerja!