Hubungan Indah Permatasari dengan ibunya, Nursyah Mustamin memang memiliki konflik sejak sang ibunda tak memberikan restu atas pernikahan anaknya dengan Arie Kriting.
Belakangan ini, Nursyah kembali berbicara buruk soal anaknya. Bukan tanpa sebab, rupanya Indah Permatasari tidak memberikan kabar atau bahkan ucapan lebaran kepada ibunya.
Hal ini terungkap melalui siaran langsung Instagram pribadinya pada Minggu (23/4/2023) yang dibagikan kembali oleh akun Instagram @lambenyinyir_official.
Saat itu, salah satu warganet yang menonton siaran langsungnya bertanya apakah Indah Permatasari telah mengucapkan selamat lebaran pada ibunya.
Nursyah pun menjawab bahwa ia bertemu terakhir kali dengan Indah Permatasari saat lebaran beberapa tahun lalu, sehingga sang anak jarang mengucapkan selamat lebaran kepadanya.
"Jangankan ucapan lebaran, ketemu sama saya beberapa tahun yang lalu, beberapa bulan yang lalu, cuman lewat begitu aja," ucap Nursyah.
Lebih lanjut, Nursyah menyebut bahwa isi pikiran anaknya saat ini hanyalah Arie Kriting.
"Yang di kepalanya Indah itu cuman si kribo doang dengan keluarganya kribo," tambah Nursyah, menyinggung fisik menantunya.
Menurut Nursyah, hal yang membuat Indah Permatasari lupa kepadanya merupakan ulah keluarga Arie Kriting. Nursyah mengatakan bahwa keluarga Arie Kriting memberikan anaknya guna-guna dalam bentuk air setan.
"Kalau sudah sampai di sana (kampung halaman Arie Kriting), otaknya sudah mati, dikasih mandi, dikasih makan dengan air, nas nas nas, air setan," timpal Nursyah.
Nursyah kemudian menyinggung pengalamannya ketika bertemu ular di dalam rumahnya saat melakukan puasa syawal. Ucapan Nursyah itupun menuai beragam komentar dari warganet.
"Bukannya mau durhaka ya. Gue juga kalau punya emak modelan begini males kasih kabar. Demi keseharan mental dan biar nggak sakit hati," tulis akun @m******_****
"Kasihan sebenarnya Indah. Udah nggak direstuin, malah makin dibuat malu sama tingkah ibu sendiri. Kalau nggak bisa bahagiain seharusnya nggak dibikin malu juga," tambah @d*******
"Udah kelewatan banget sih ibu ini, udah body shaming. Si kribo juga anak dari satu keluarga sama kayak Indah. Si kribo juga punya ibu dan jadi kesayangan dari ibunya juga," komentar @m***********
"Maafkan guys, dia ada sedikit gangguan kejiwaan. Sulit melihat orang bahagia, bahagia melihat orang menderita," timpal @a******__
"Kelakuan orang tuanya serem banget. Penuh kepahitan dan kebencian," sahut @a**_******
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Sepatu Versatile seperti Apa? Ini 5 Ciri dan Alasan Banyak Orang Memilihnya
-
Vitalis Eau de Royale Couture Wangi Apa? Parfum Minimarket yang Dipuji Elegan
-
Sekolah Rakyat: Solusi Kemiskinan atau Sekadar Program Jangka Pendek?
-
PKB Tak Toleransi: Ancam Sanksi Tegas Anggota DPRD TTU yang Mabuk dan Intimidasi dr Icha!
-
MagangHub Angkatan II Dibuka, Pemerintah Sediakan 150 Ribu Kuota dan Uang Saku hingga Rp 6 Juta
-
Sineas Muda Soroti Akses Layar Bioskop, Menekraf Janji Perkuat Ekosistem Film Nasional
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Jika FIFA Bertindak Tegas, Kuota AFC di Piala Dunia Bisa Berkurang Gegara Tim-Tim Arab!
-
Sikap Google Terhadap RUU Hak Cipta : Berisiko Hambat AI dan Ekonomi Digital Indonesia
-
Ekonomi Indonesia Bak Timnas di Piala Dunia, Mensesneg: Semua Lini Harus Kompak