/
Senin, 24 April 2023 | 07:27 WIB
Cek fakta video panas Kuat Ma'ruf dan Putri Candrawathi diputar. ([YouTube/Benang Merah])

Putri Candrawathi dan Kuat Maruf merupakan tersangka dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Sebelumnya keduanya dikabarkan memiliki hubungan gelap.

Belakangan, dikabarkan bahwa istri Ferdy Sambo tersebut memiliki video syur yang berisi adegan panas dengan Kuat Ma'ruf.

Kabar tersebut dibagikan oleh kanal YouTube Benang Merah yang mengunggah sebuah video berjudul "AD3GAN PAN4S PUTRI DAN KUAT DI PUTAR".

Narasi dalam thumbnail memiliki keterangan yang berbunyi, "Video Putri dan Kuat diputar, ternyata si Kuat sering pegang buah dada".

Pada thumbnail pun terdapat foto yang memperlihatkan sebuah cuplikan video berupa adegan panas serta potret Kuat Ma'ruf dan Putri Candrawathi di persidangan.

Hingga kini, video tersebut telah ditonton sebanyak lebih dari 274.000 penayangan. Namun, benarkah klaim tersebut?

CEK FAKTA:

Informasi yang disajikan dalam video tersebut merupakan informasi salah. Setelah menonton video berdurasi 8 menit 4 detik tersebut, tidak ada bukti valid ataupun pernyataan resmi yang menyatakan bahwa video panas Putri Candrawathi dan Kuat Ma'ruf diputar.

Narator dalam video tersebut hanya memberikan informasi terkait kasus pembunuhan Brigadir J, mulai dari motif pembunuhan hingga skenario yang disiapkan oleh Ferdy Sambo. 

Baca Juga: Hasil Liga Italia: Gol Larut Giacomo Raspadori Bawa Napoli Taklukkan Juventus

Hingga akhir video, tidak ada informasi kredibel yang dapat membuktikan sesuai dengan klaim pada judul video. 

Foto yang digunakan dalam thumbnail juga merupakan hasil foto yang direkayasa. Pengunggah video menuliskan keterangan judul yang dapat menggiring opini publik dan asumsi menyesatkan.

Kesimpulan:

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar video panas Putri Candrawathi dan Kuat Ma'ruf diputar merupakan berita palsu atau hoaks.

Tidak ada keselarasan antara judul dan isi video, sehingga unggahan tersebut dapat dikategorikan sebagai konten menyesatkan karena berisi berita bohong.

Catatan Redaksi:

Load More