/
Jum'at, 19 Mei 2023 | 17:34 WIB
Sandiaga Uno mempersilahkan mereka yang mengetahui untuk berbicara soal utang Rp 50 miliar ke Anies Baswedan. Ia sendiri tak mau bicara soal perjanjian tersebut. ([Antara])

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengaku heran dengan sikap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

Ia mempertanyakan sikap eks Wakil Gubernur DKI Jakarta itu yang mendukung konser Coldplay di Indonesia. Menurut dia Sandiaga Uno hanya memikirkan gelaran itu hanya dari sisi ekonomi.

"Saya kaget membaca pikiran Sandiaga Uno yang melihat sesuatu hanya dari sisi ekonomi saja padahal beliau adalah seorang menteri," kata Anwar dalam keterangan tertulis, dikutip dari Suara.com, Jumat (19/5/2023).

Ia pun berpesan kepada Sandi untuk tidak lagi bersikap sebagai pedagang atau politikus. Sebab saat ini dia menjabat sebagai menteri, yang mana disebut Anwar mesti bersikap sebagai negarawan.

"Seharusnya seseorang bila sudah jadi menteri jangan lagi menjadi pedagang dan atau politisi tapi harus menjadi negarawan di mana kalau dia akan melakukan sesuatu maka dia harus memikirkan apa dan bagaimana dampak dari kegiatan dan tindakan yang akan dilakukannya terhadap semua sisi dan segi dari kehidupan kita sebagai sebuah bangsa," tutur dia.

Anwar berpendapat kalau saat ini banyak pejabat di Indonesia yang tak lagi berpikir ideologis serta Pancasilais, melainkan sudah liberal dan pragmatis.

Hal tersebut disampaikannya karena mengetahui kalau band Coldplay mendukung kelompok LGBT.

Oleh karenanya ia berujar kalau seharusnya pemerintah Indonesia tidak hanya memikirkan soal uang, tetapi juga bagaimana menjaga akhlak, moralitas, dan budaya bangsa.

"Apalagi dalam konstitusi negara kita dalam pasal 29 ayat 1, UUD 1945 jelas-jelas dikatakan bahwa negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa," tegasnya.

Lebih lanjut, ia beroesan kepada Sandiaga untuk mengurungkan niatnya  mendukung pelaksanaan konser Coldplay di Indonesia.

"Untuk itu saya mengimbau sang menteri agar tidak melanjutkan rencananya karena hal demikian jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 terutama Pasal 29 Ayat 1 dan hal demikian juga jelas akan merusak akhlak dan moralitas dari anak-anak bangsa dan hal demikian tentu saja tidak kita inginkan," tandasnya.

Sebelumnya MUI, ada Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang juga menolak kehadiran band asal Inggris itu karena alasan pro LGBT. Bahkan mereka mengancam mengepung bandara jika Coldplay nekat datang.

Load More