/
Senin, 26 Juni 2023 | 13:41 WIB
Ilustrasi puasa Tarwiyah dan Arafah menjelang Idul Adha. (Freepik.)

"Nawaitu shauma ghadin 'an adaa i sunnati Arofah Lillaahi Ta'aalaa."

Yang artinya, "Aku niat puasa sunnah Arafah besok hari karena Allah."

Sementara jika berniat pada pagi hari alias setelah sibuh adalah seperti berikut:

"Nawaitu shauma Arafata sunnatan lillahi ta'ala."

Yang artinya, "Aku niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala."

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Lantas apa saja keutamaan mengerjakan puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah? Ternyata Allah SWT mengganjar umat-Nya yang mengerjakan kedua puasa sunnah itu dengan dihapusnya dosa-dosa mereka.

Mengutip Suara.com, keutamaan puasa Tarwiyah adalah menghapus dosa yang pernah diperbuat selama satu tahun. Sedangkan keutamaan puasa Arafah adalah menghapus dosa-dosa yang pernah diperbuat seseorang selama dua tahun, yakni setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Puasa sunnah di bulan Dzulhijjah, termasuk Tarwiyah dan Arafah, adalah perbuatan baik yang disukai oleh Allah SWT, sebagaimana diriwayatkan di sebuah hadis riwayat Bukhari seperti berikut:

Baca Juga: Bolehkah Kurban Pakai Hewan Betina saat Hari Raya Idul Adha?

"Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah daripada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijah. Para sahabat bertanya: Ya Rasulullah, walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian kembali tanpa membawa apa-apa."

Puasa Tarwiyah dan Arafah juga sangat baik dikerjakan terutama untuk umat Muslim yang tidak bisa menunaikan ibadah Haji. Tujuannya adalah supaya umat Muslim bisa turut merasakan nikmat para jemaah Haji di Tanah Suci.

Load More