/
Jum'at, 30 Juni 2023 | 16:51 WIB
Cek fakta pantas saja Ketua RT tolak sapi dari Dewi Perssik, ternyata seperti ini. ([YouTube/Kontroversi Selebriti])

Pedangdut Dewi Perssik baru-baru ini menjadi sorotan setelah adanya laporan Ketua RT setempat menolak sapi hewan kurban miliknya dan meminta uang sebesar Rp 100 juta.

Bahkan beredar kabar bahwa kondisi sapi hewan kurban Dewi Perssik disebut tidak layak, sehingga ditolak oleh Ketua RT.

Kabar itu sendiri disebarkan oleh kanal YouTube Kontroversi Selebriti yang mengunggah video berjudul "Pantas Pak RT Tolak Hewan Kurban dari Dewi, Ternyata Seperti Ini Sapinya".

Terlihat potret Dewi Perssik dalam thumbnail video dan seorang lelaki paruh baya. Di belakang mereka tampak seekor sapi berwarna putih dengan bagian mulut diberi tanda panah.

Hingga kini, video tersebut telah disaksikan sebanyak lebih dari 15.000 penayangan. Namun, benarkah kondisi sapi Dewi Perssik yang membuat hewan kurban miliknya ditolak Ketua RT?

CEK FAKTA:

Setelah menonton video berdurasi 2 menit 28 detik di atas, narator hanya menjelaskan tentang kronologi bagaimana kasus penolakan sapi itu bermula. 

Menurut keterangan Dewi Perssik, ketua RT menolak hewan kurbannya karena lingkungan di tempat tinggalnya sudah cukup daging dan tidak kekurangan. 

Merasa sakit hati, Dewi Perssik melaporkan hal itu ke polisi. Namun, asisten rumah tangga Dewi Perssik diketahui memberikan keterangan yang berbeda. Rupanya, masalah uang Rp 100 juta tersebut hanyalah salah paham.

Baca Juga: Tyronne Ungkap Alasan Pilih Nomor 10 yang Ditinggalkan Marc Klok

Hingga akhir video, narator sama sekali tidak membahas perihal kondisi sapi hewan kurban Dewi Perssik. Tidak ada bukti valid maupun pernyataan secara resmi mengenai kondisi sapi tersebut.

Tak hanya itu, foto yang digunakan pada thumbnail juga hasil rekayasa dan tidak ada hubungannya dengan sang biduan. 

KESIMPULAN:

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar kondisi sapi hewan kurban Dewi Perssik sehingga pantas ditolak oleh Ketua RT merupakan berita palsu atau hoaks.

Unggahan di atas tidak memiliki keselarasan antara isi video dengan judul yang tertera, sehingga dapat dikategorikan sebagai konten menyesatkan.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More