Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat, beda tipis di atas KPK.
Sebuah lembaga survei bernama Indikator Politik menggelar survei pada 20-24 Juni 2023 yang mengambil data dari 1.220 responden dengan metode wawancara tatap muka.
Hasilnya, tren kepercayaan publik terhadap Polri semakin meningkat dengan posisi berada tipis di atas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dikutip dari kanal News Suara.com, pemilihan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error survei +/- 2,9 persen dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan ini berdasar hasil survei teranyarnya yang digelar Juni 2023. Dari hasil survei tersebut tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 76,4 persen.
"Sedikit menyalip KPK trust terhadap Polri ini," jelas Burhanuddin Muhtadi pada Minggu (2/7/2023).
Ia menyatakan bahwa tren kepercayaan publik terhadap Politik berangsur naik setelah tadinya merosot akibat kasus pembunuhan yang dilakukan Ferdy Sambo. Bahkan hanya berjarak 4 persen dari pencapaian terbesar pada November 2021.
"Sekarang sudah 76 persen, tinggal 4 persen untuk kembali pada performa terbaik mereka seperti pada November 2021," jelas Burhanuddin Muhtadi.
Sedangkan tingkat kepercayaan publik terhadap Komite Pemberantasan Korupsi atau KPK dari hasil survei terbaru Indikator Politik hanya mencapai 75,7 persen.
"Mungkin waktu kami turun (survei) sedang banyak isu negatif yang berkaitan dengan KPK, seperti isu pungli dan seterusnya," jelas Burhanuddin Muhtadi.
Sedangkan lembaga negara yeang memperoleh tingkat kepercayaan publik tertinggi dalam survei ini adalah TNI, yang mencapai 95,8 persen.
Kemudian di posisi kedua adalah Presiden dengan tingkat kepercayaan publik mencapai 92,8 persen, dan ketiga Kejaksaan Agung RI 81,2 persen.
Tingkat kepercayaan publik paling rendah terhadap Partai Politik, yaitu mencapai 65,3 persen. Sedangkan tingkat kepercayaan publik terhadap DPR 68,5 persen, DPD 73,3 persen, serta MPR 73,8 persen.
Berita Terkait
-
Survei Indikator: Masih Banyak Publik Percaya Kasus Korupsi BTS Johnny G Plate Bermuatan Politis
-
Dewas Periksa 10 Orang Terkait Kasus Pungli Rp 4 Miliar Di Rutan KPK
-
Komnas Perempuan: Praktik Asusila Petugas Rutan KPK ke Istri Tahanan Bisa Dikategorikan Eksploitasi Seksual
-
Maknai Perayaan Idul Adha Ketua KPK Firli Bahuri: Keluarga Nabi Ibrahim Antikorupsi
-
Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan Dilaporkan ke KPK, Sudah Dimonitor dan Sedang Proses Telaah
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
'Kami Minta Dibebaskan', Ratusan Warga Datangi Mapolres Sanggau, Polisi Beri Waktu 3 Hari
-
5 Poin Penting di Balik Aksi Warga Bogor Barat Desak Dedi Mulyadi Buka Tambang Legal
-
Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor Dikebut Rampung Tahun Ini
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Worth It Dibeli Pakai Gaji Pertama Mei Ini, Murah tapi Performa Ngebut
-
5 Fakta Baru Tabrakan Maut Pandeglang: Penahanan Penabrak Ditangguhkan hingga Dugaan Sakit
-
Arah Baru Dunia Pendidikan, Guru Masa Kini Wajib Jadi EduCreator?
-
Sopir Pajero Kabur Usai Tabrak Pedagang Buah di Jaktim - Tinggalkan Korban, Ini Alasannya
-
5 Rekomendasi Serum Malam di Bawah Rp150 Ribu untuk Ibu Muda, Murah tapi Kualitas Nomor Satu
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi