/
Selasa, 04 Juli 2023 | 16:23 WIB
Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir. (Suara.com/Fakhri)

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut sederet kekurangan Jakarta International Stadion (JIS) yang dibangun di masa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Usai meninjau JIS bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Menteri PUPR menilai kalau akses penonton yang cuma ada satu di stadion itu dinilai berbahaya.

“Akses ke stadion yang ada sekarang hanya satu. Menurut saya, ini bahaya keamanannya. Apalagi, di lingkungan penduduk,” ucap Basuki, Selasa (4/7/2023).

Maka dari itu, pihaknya bakal menambah lima akses lagi di stadion JIS.

"Jadi akan ditambah lima akses lagi, baik jembatan-jembatan penyeberangan karena kemarin pengalaman Jakmania, banyak yang parkir di Ancol dan kalau mau ke sini harus mutar,” sambung dia.

Adapun untuk akses keluar stadion, Basuki menilai kalau fasilitas itu sudah memadai karena pernah disimulasikan Jakpro.

“Kemudian akses dari stadion, penonton keluar, menurut Jakpro sudah cukup, sudah pernah disimulasi. Syaratnya adalah 15 menit, ini 82.000 penonton. Jadi 15 menit, sesuai dengan GBK (Gelora Bung Karno) yang standar FIFA,” jelasnya.

Sebelumnya ia mengaku kalau salah satu sorotan utama adalah kondisi rumput JIS. Setelah evaluasi, dirinya menyebut kalau rumput itu tidak sesuai standar FIFA.

"Di antaranya salah satu yang utama adalah rumput, kondisi rumput sekarang menurut evaluasi ahlinya yang juga mengevaluasi 22 termasuk yang memasang rumput GBK untuk Asian Games jelas tidak masuk standar FIFA, kalau kondisi sekarang," tuturnya.

Kendati begitu Menteri PUPR memastikan bakal mengganti semua rumput di lapangan Stadion JIS.

"Namun, ada solusinya kita akan ganti semua rumput tersebut sesuai ahlinya, pak Kamal, seorang ahli Agronomi untuk merumput di stadion," lanjut dia.

Ia menerangkan kalau kondisi rumput lapangan JIS dikatakan belum memenuhi kriteria dari hasil evaluasi ahlinya.

Maka dari itu Kementerian PUPR bakal mengganti rumputnya untuk persiapan dalam jangka waktu yang pendek.

Rencananya, perbaikan itu dilakukan dalam waktu tiga bulan sebelum gelaran Piala Dunia U-17 pada November 2023 mendatang.

"Menurut beliau harus diganti kalau mau tiga bulan bisa dipakai, itu untuk jangka pendek saja, nanti untuk jangka panjangnya mungkin harus diubah rumputnya," papar dia.

"Jadi itu salah satu, rumput yang sekarang tidak dapat memenuhi kriteria FIFA sesuai dengan pengalaman beliau. Itu akan diganti dengan rumput yang lain untuk bisa dipakai di Piala Dunia U-17," tegasnya.

Load More