Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong atau STY angkat bicara terakit desakan netizen yang terus menagih prestasi.
Meski masih tertinggal dengan negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam, Shin Tae-yong menilai ada hal yang lebih penting dari prestasi.
Juru latih asal Korea Selatan menyarankan agar PSSI selaku Federasi bisa bersinergi dengan klub lokal agar prosesnya mulus.
Selain itu, Coach STY juga tidak bisa memprediksi kapan Timnas bisa kuat di level asia.
"Kira kira kapan (Timnas kuat di Asia) coach?" tanya host, dikutip dari kanal YouTube Sports77 Official, (5/7/2023).
"Saya belum bisa meyakinkan kapan, tetapi harusnya PSSI dan Timnas serta setiap klub menjadi satu unit untuk membuat program yang baik," jawab STY.
Ternyata program yang baik antara PSSI dan klub bisa menghasilkan Timnas lebih bagus.
Jika program tersusun baik dengan pembinaan pemain terarah, maka Coach STY menerangkan, jangka waktu 10 tahun bisa terlihat.
"Menurut saya kita perlu waktu minimal 10 tahun dan yang pertama harus membuat pembinaan usia dini," terangnya.
Baca Juga: Tarif QRIS Harus Ditunda, Gus Imin: UMKM Baru Bangkit
Ia juga membeberkan, apabila hanya fokus prestasi, maka Tim Garuda tidak pernah berkembang.
"Jika kita selalu bicara prestasi, prestasi, maka tidak akan berkembang. Maksudnya bicara prestasi dalam waktu dekat ini, menurut saya butuh 10 tahun minimal," pungkasnya.
"Dibuat program yang baik, baru Indonesia berkembang dan bersaing di Asia," imbuhnya.
Meski demikian, STY diketahui berhasil membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Asia setelah lama absen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Penjualan Mobil Listrik Resmi Geser Dominasi Mobil Bensin
-
Profil Mukhamad Misbakhun: Ketua Komisi XI DPR RI, Calon Ketua OJK?
-
Minimarket yang Merepotkan, Kisah Dokgo dan Empati di Balik Rak Minimarket
-
Jakarta Diguyur Hujan Deras Lagi: Puluhan RT di Jaksel Kembali Terendam, Petogogan Paling Parah
-
Ulasan Novel Heartbreak Motel: Potret Kelam Luka Batin Seorang Aktris
-
Operasi Senyap Ditresnarkoba Polda Metro: Bongkar Peredaran Etomidate di Jakbar hingga Tangerang
-
5 Fakta Keluarga Besar Ragnar Oratmangoen: Dari Sutradara, Musisi, Dubes hingga Bupati
-
Prabowo Fokus Bawa Indonesia Superpower, Jokowi Disebut Mulai Jadi Masa Lalu
-
Mendag Tegaskan Larangan Impor Pakaian Bekas, Ini Alasan Kuat di Baliknya!
-
Belum Puas Diakui Denada Lewat Sosmed, Ressa Ingin Bertemu