/
Selasa, 11 Juli 2023 | 17:46 WIB
CEK FAKTA: UAS Resmi Ambil Alih Ponpes Al Zaytun Usai Panji Gumilang Jadi Tersangka (YouTube/INFO VIRAL)

Beredar kabar yang menyebut Ustaz Abdul Somad (UAS) mengambil alih Ponpes Al Zaytun usai Panji Gumilang ditetapkan menjadi tersangka.

Informasi ini disebarkan melalui video yang diunggah oleh kanal YouTube INFO VIRAL pada Jumat (7/7/2023) lalu.

Dalam unggahannya, kanal YouTube ini menuliskan judul sebagai berikut. "Gempar Pagi Ini!! US Ambil Alih Ponpes Al Zaytun, Usai Panji jadi T£rsangka"

Sementara itu, dalam thumbnail video yang dibagikan juga tertulis keterangan serupa berbunyi, "PNJI JADI TERSANGK!! UAS RESMI AMBIL ALIH PONPES AL ZAYTUN".

Lalu benarkah klaim tersebut?

Penjelasan

Berdasarkan penelusuran metro.suara.com, klaim UAS mengambil alih Ponpes Al Zaytun setelah Panji Gumilang ditetapkan menjadi tersangka adalah tidak benar.

Pasalnya, dalam unggahan berdurasi 2 menit 11 detik tersebut sama sekali tidak menguraikan dan memberikan bukti valid terkait klaim yang telah ditulis di bagian judul dan thumbnail video.

Video ini justru berisi beberapa slide foto Panji Gumilang. Selain itu, narator dalam video ini pun hanya mengulas pemberitaan soal Panji Gumilang yang terjerat kasus penistaan agama.

Baca Juga: Sejak Wenny Ariani Hamil hingga Melahirkan, Rezky Aditya Selalu Cuek Tiap Diminta Bertanggung Jawab

Terlepas dari isi video tersebut, hingga sekarang juga tidak ada informasi valid atau kredibel mengenai klaim UAS mengambil alih Ponpes Al Zaytun.

Simpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar UAS mengambil alih Ponpes Al Zaytun adalah keliru.

Informasi yang disebarkan kanal YouTube INFO VIRAL tersebut masuk dalam hoaks kategori konten menyesatkan

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More