Beredar kabar yang menyebut Ustaz Abdul Somad (UAS) mengambil alih Ponpes Al Zaytun usai Panji Gumilang ditetapkan menjadi tersangka.
Informasi ini disebarkan melalui video yang diunggah oleh kanal YouTube INFO VIRAL pada Jumat (7/7/2023) lalu.
Dalam unggahannya, kanal YouTube ini menuliskan judul sebagai berikut. "Gempar Pagi Ini!! US Ambil Alih Ponpes Al Zaytun, Usai Panji jadi T£rsangka"
Sementara itu, dalam thumbnail video yang dibagikan juga tertulis keterangan serupa berbunyi, "PNJI JADI TERSANGK!! UAS RESMI AMBIL ALIH PONPES AL ZAYTUN".
Lalu benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran metro.suara.com, klaim UAS mengambil alih Ponpes Al Zaytun setelah Panji Gumilang ditetapkan menjadi tersangka adalah tidak benar.
Pasalnya, dalam unggahan berdurasi 2 menit 11 detik tersebut sama sekali tidak menguraikan dan memberikan bukti valid terkait klaim yang telah ditulis di bagian judul dan thumbnail video.
Video ini justru berisi beberapa slide foto Panji Gumilang. Selain itu, narator dalam video ini pun hanya mengulas pemberitaan soal Panji Gumilang yang terjerat kasus penistaan agama.
Baca Juga: Sejak Wenny Ariani Hamil hingga Melahirkan, Rezky Aditya Selalu Cuek Tiap Diminta Bertanggung Jawab
Terlepas dari isi video tersebut, hingga sekarang juga tidak ada informasi valid atau kredibel mengenai klaim UAS mengambil alih Ponpes Al Zaytun.
Simpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar UAS mengambil alih Ponpes Al Zaytun adalah keliru.
Informasi yang disebarkan kanal YouTube INFO VIRAL tersebut masuk dalam hoaks kategori konten menyesatkan
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
-
Mahfud MD Sebut Ponpes Al-Zaytun Tidak akan Dibubarkan; Tapi Panji Gumilang akan Kita Selesaikan!
-
Mahfud MD Ungkap Aksi Pencucian Uang Panji Gumilang
-
Babak Baru Polemik Panji Gumilang: Gugat MUI dan Anwar Abbas Rp1 Triliun ke PN Jakpus
-
Pengakuan Lucky Hakim saat Nyanyi Havenu Shalom Aleichem di Ponpes Al Zaytun
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Maeve Glass Emak-emak yang Kini Jadi Bagian dari Timnas Indonesia, Rekam Jejaknya Luar Biasa
-
Pelangi di Mars, Film Anak yang Tak Sekadar Menghibur tapi Menyalakan Imajinasi
-
5 Minuman Alami Penghancur Lemak Setelah Makan Opor Ayam dan Rendang
-
5 Buah Penurun Kolesterol Paling Cepat dan Ampuh, Solusi Sehat Setelah Lebaran
-
Bolehkah Puasa Syawal 3 Hari Saja? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Viral Guru Ngaji Banting Murid di Probolinggo, Buntut Mobil Tergores Sepeda
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan
-
Inovasi Keuangan Digital yang Dorong Perusahaan Lokal Indonesia Naik Kelas