/
Sabtu, 29 Juli 2023 | 06:44 WIB
Jenderal TNI Andika Perkasa (kiri) didampingi istrinya ([Suara.com/Angga Budhiyanto])

Inilah hasil survei SPIN, yang menggambarkan bila pemilih dalam Pemilu 2024 ingin cawapres dari militer.

Dalam survei terbaru Semar Political Institute (SPIN), dari simulasi nama-nama elite jenderal yang ditanyakan ke publik, elektabilitas Andika Perkasa menduduki posisi paling teratas.

"Yakni sebesar 35,5 persen, diikuti oleh AHY 27,6 persen , Wiranto 10,7 persen, Luhut Binsar Panjaitan 9,1 persen, Moeldoko 8,5 persen, Gatot Nurmayanto 2,0 persen," jelas Direktur Eksekutif SPIN, Mawardin Sidik.

Dikutip dari kanal News Suara.com, momentum politik Andika Perkasa yang masuk dalam radar perbincangan elite dan publik, ditambah rekam jejak, lingkungan pergaulan, dan reputasi saat menjabat panglima TNI ikut menyumbang kenaikan elektabilitas yang meroket ini.

"Posisi Andika Perkasa sangat melejit sebagai Cawapres pada survei kami bulan Juli. Pada saat ini sebagai Andika merupakan Cawapres yang cukup diperhitungkan sebagai the rising star," jelasnya.

SPIN menyatakan dalam rilis hasil jajak pendapat Calon Wakil Presiden (Cawapres) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 hasilnya masyarakat kebanyakan menginginkan wakil presiden RI diisi sosok dari kalangan militer.

Lebih lanjut disebutkan bahwa persentase masyarakat menginginkan  kalangan militer mencapai suara sebesar 38,6 persen.

Berdasarkan hasil survei terhadap pertanyaan latar belakang Cawapres, kebanyakan masyarakat menginginkan  kalangan militer dengan suara sebesar 38,6 persen. Kepala Daerah 24,3 persen, kemudian Tokoh Agama 10,3 persen, menteri 6,5 persen dan Pengusaha 3,1 persen.

Mawardin Sidik mengatakan, persepsi pemilih terhadap ancaman domestik-nasional dan regional-global dalam lanskap pertahanan-keamanan (hankam), bertautan pula dengan diskursus mutakhir mengenai prospek kepemimpinan sipil-militer di Pilpres 2024 yang juga ikut mengemuka.

"Hal ini menjadi konteks bagi kami melakukan survei khusus pada figur Cawapres potensial yang berlatar belakang militer," tukas Direktur Eksekutif SPIN.

Survei ini sendiri diselenggarakan 1-26 Juli 2023 yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara melalui telepon yang berpedoman pada kuisioner terstruktur.

Jumlah sampel yang ditentukan secara acak untuk ditelepon sebanyak 1.200 responden, memakai teknik pengacakan sistematis (systematic random sampling). Sebagai catatan, survei ini memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sebesar ±2,83 persen, dan tingkat kepercayaan (confidence level) sebesar 95 persen.

Load More