Pak Presiden gunakan analogi bahasa Jawa, juga bisa ditemui dalam dolanan atau permainan anak-anak, sehingga makin mudah dimengerti artinya.
Pernah ikut permainan anak asal Jawa bernama slebur-sleburan yang di daerah lain mirip permainan sepur-sepuran, atau ular naga panjang? Pemain terdepan mencegah seluruh pemain terutama paling belakang agar tidak ditangkap musuh? Pemain terdepan jadi paten-patenan, atau pelindung sekaligus sasaran untuk diserang, atau sederhananya target untuk dimatikan sehingga tim musuh atau lawan bisa menang. Istilah inilah yang digunakan Presiden RI Joko Widodo saat berpidato di Sidang Tahunan MPR 2023 pada Rabu (16/8/2023).
Disimak dari live streaming Kompleks DPR/MPR RI Senayan, Jakarta, Presiden Joko Widodo menyatakan bagaimana beliau membongkar sendiri definisi, istilah, atau kode "Pak Lurah" yang marak digunakan di kalangan politikus saat menjawab pertanyaan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk kontestasi Pemilu 2024.
"Saya paham ini sudah menjadi nasib seorang presiden, dijadikan paten-patenan dalam bahasa Jawa. Dijadikan alibi, dijadikan tameng, bahkan sebelum dimulai, foto saya sudah banyak dipasang di mana-mana," papar Presiden yang dalam pidatonya mengenakan busana adat Tanimbar, salah satu etnis dari Negeri Seribu Pulau, Maluku.
"Saya harus ngomong apa adanya. Ke Provinsi A, eh ada. Ke Kota B, eh ada, ke Kabupaten C, eh ada juga," lanjutnya.
Bapak tiga anak yang seluruhnya telah berkeluarga itu menyatakan bahwa memasuki tahun politik, suasana sudah hangat-hangat kuku.
"Setiap ditanya capres dan cawapresnya, selalu jawabannya "Belum ada arahan Pak Lurah". Saya sempat mikir siapa ini Pak Lurah, kok sedikit-sedikit Pak Lurah. Belakangan saya tahu, yang dimaksud Pak Lurah itu saya! Ternyata Pak Lurah itu kode," tandas Kepala Negara RI.
"Ya saya jawab saja, saya bukan lurah. Saya adalah Presiden Republik Indonesia," ungkap Presiden Joko Widodo dalam pidatonya di depan hadirin Rapat Sidang Tahunan MPR 2023.
Berhasil menyingkap kode alias sandi "Pak Lurah", Presiden Joko Widodo menyatakan beliau tidak memiliki wewenang itu.
"Perlu saya tegaskan, saya ini bukan ketua umum parpol, bukan ketua umum partai politik. Bukan juga ketua koalisi partai. Dan sesuai ketentuan undang-undang, yang menentukan capres dan cawapres adalah partai politik, dan koalisi partai politik. Jadi saya ingin mengatakan, itu bukan wewenang saya, bukan wewenang Pak Lurah, bukan wewenang Pak Lurah sekali lagi," tandasnya.
Dengan pernyataan ini, semoga trend menyebut Pak Lurah selesai sudah. Bagaimanapun, istilah atau kode atau sandi "Pak Lurah" bukan konteks yang benar secara undang-undang, bahkan di zaman Orba mengingatkan pada kalimat yang cukup familiar ini, "Menunggu petunjuk Bapak ..." (menyebutkan jabatan tertinggi).
Berita Terkait
-
PKS Sebut Jokowi Sangat Rileks Saat Singgung Soal 'Arahan Pak Lurah' di Sidang Tahunan MPR
-
Bacaan Sholawat Adrikni dan Artinya Lengkap dengan Cara Mengamalkan
-
Zulhas Pastikan Tak Ada Arahan Jokowi di Balik Dukungan PAN ke Prabowo
-
Pisang Pinugel Weton Ketemu Artinya Apa? Ini Ramalan Jodoh dalam Primbon Jawa
-
Santap Durian Medan Bersama Media Nasional dan Lokal, Presiden Joko Widodo Sebutkan Agar Berkelanjutan Mesti Hasilkan Tulisan Berkualitas
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Ironi FIFA: Kampanye Ramah Lingkungan, Bosnya Terbang 50.000 Km dalam 66 Jam
-
Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur
-
Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan
-
Pyswar Ala Hajime Moriyasu, Sebut Negara Ini Lebih Hebat dari Brasil
-
Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa
-
Portugal Ingin Menangkan Piala Dunia 2026 untuk Diogo Jota
-
Penampakan Jari Patah Kiper Argentina Emiliano Martnez Jelang Lawan Tanjung Verde
-
Borneo FC All Out! Dari Winger Brasil hingga Gelandang Argentina Dirumorkan Merapat
-
Harapan Bos Persija Jakarta Usai Victor Dethan Merapat ke Macan Kemayoran
-
Reaksi Geram Publik Korsel Usai Timnas Voli Indonesia Cetak Sejarah di AVC Cup 2026