/
Selasa, 29 Agustus 2023 | 15:35 WIB
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menjumpai Coach Shin Tae-yong dan seluruh anak didik Timnas U-23 menjelang final Piala AFF U-23 2023 ((dok. pssi.org))

Berita tidak benar tentang Indonesia akan masuk federasi yang bukan termasuk bagian geografi atau kewilayahan.

Sebuah disinformasi berita menyatakan setelah mengalami berbagai kecurangan dalam mengikuti kejuaraan AFF U-23 2023 Timnas Indonesia akan dibawa ke East Asia Football Federation atau EAFF serta meninggalkan Asosiasi Bola ASEAN atau AFF. Ditambahkan pula keterangan bahwa EAFF sangat terbuka jika Indonesia ingin bergabung dan akan mendapat keuntungan besar.

Berita ini disebarkan melalui kanal YouTube oleh akun bernama Berita Timnas - Garuda Indonesia yang mengunggah video berjudul "AFF AUTO NANGIS !!! EAFF Sangat TERBUKA JIKA INDONESIA GABUNG Dan Tinggalkan AFF?".

Foto thumbnail adalah piala EAFF dan para tokoh negara-negara peserta dengan latar belakang tulisan EAFF E-1 Football Championship 2017. Juga foto pejabat PSSI, Ketua Umum Erick Thohir serta Wakil Ketua Umum yaitu Zainudin Amali dan Ratu Tisha. Tulisan penyertanya yaitu "KEUNTUNGAN BESAR INDONESIA GABUNG EAFF DAN TINGGALKAN AFF SEGERA".

Benarkah video berisi pernyataan ini?

Video salah (X) soal AFF menangis karena Indonesia gabung EAFF (sumber: [screenshot YouTube].)


CEK FAKTA

Indonesia lewat badan resmi sepak bola Tanah Air, yaitu PSSI tidak mengeluarkan pernyataan akan pindah naungan federasi dan simak pula kondisi geografis untuk negara kita yang berada di Asia Tenggara (Southeast Asia), dan bandingkan dengan definisi kewilayahan EAFF (East Asia Football Federation).

PENJELASAN

Metro Suara.com mengadakan penelusuran dan hasilnya adalah:

* Judul dan topik yang dibawakan bukan hal baru, melainkan mengikuti trending, yaitu adanya wacana soal EAFF sebagai wadah sepak bola negara kita setelah tidak menjadi juara di AFF.

* Perlu dipahami, bukan hanya penonton namun pembuat materi sendiri bahwa AFF adalah wadah sepak bola Asia Tenggara dan EAFF adalah Asia Timur. Keduanya memiliki anggota berdasarkan kewilayahan atau geografi.
- Anggota EAFF: China, Taiwan, Guam, Hong Kong dan Macau yang termasuk SAR China, Korea Utara, Jepang, Korea Selatan, Mongolia, dan Kepulauan Mariana Utara (North Mariana Islands).
- Anggota AFF: Australia, Brunei, Kamboja, Timor Leste,  Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Logika: kiranya Indonesia lebih selaras termasuk di bagian manakah berdasar keanggotaan ini? Dan bila menilik kalimat thumbnail berbunyi "KEUNTUNGAN BESAR INDONESIA GABUNG EAFF DAN TINGGALKAN AFF SEGERA" apakah pembuat video bisa menjelaskan keuntungan besar apakah itu?

* Cek foto:
Salah satu foto thumbnail menggunakan event EAFF akan tetapi berasal dari 2017 atau sangat lama. Bila digunakan sebagai ilustrasi menggambarkan EAFF sangat terbuka menerima Indonesia mestinya disertakan foto lebih baru.

* Cek video:
- Dimulai langsung dengan minta click dan like serta subscribe di menit 0:53 atau bayar di depan untuk menonton isi video.
- Langsung diketahui "desakan dari netizen" untuk pindah dari AFF ke EAFF di menit 1:11.

Baca Juga: Mantan Mertua Dulu Rahasiakan Indra Bekti Seorang Gay, Kini Blak-blakan karena Lakukan Kesalahan yang Sama

Dengan hanya mengandalkan sumber di menit 1:11 dan tidak ada bukti valid seperti disebutkan di judul yaitu "AFF Auto Menangis" maka video berjudul "AFF AUTO NANGIS !!! EAFF Sangat TERBUKA JIKA INDONESIA GABUNG Dan Tinggalkan AFF?" memiliki konten menyesatkan atau misleading content.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Metro Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). 

Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com

Load More