- Saham INET melonjak 10% hingga Rp422 didorong transaksi masif, menempatkannya diburu investor asing.
- Kiwoom Sekuritas merekomendasikan BELI INET target Rp630 karena ekspansi ISP dan proyek kabel laut strategis.
- Perusahaan pendanaan ekspansi besar melalui *rights issue* dan obligasi, antisipasi pendapatan stabil mulai 2026.
Suara.com - Berdasarkan data pasar yang dipantau hingga jeda siang, saham INET mencatatkan lonjakan harga yang impresif sebesar 10%, mendarat di level Rp422 per saham (data per pukul 15.00 WIB).
Kenaikan ini bukan sekadar fluktuasi biasa, melainkan didorong oleh volume transaksi yang sangat masif. Tercatat sebanyak 939,6 juta lembar saham telah berpindah tangan dengan total nilai transaksi menembus Rp392,6 miliar.
Aktivitas ini menempatkan INET di posisi kedua dalam daftar saham yang paling banyak diburu asing (net buy) berdasarkan data Stockbit.
Tak tanggung-tanggung, investor asing membukukan beli bersih sebanyak 112,8 juta saham. Tren ini sebenarnya sudah mulai terbaca sejak akhir pekan lalu (13/2), di mana asing menyuntikkan dana sekitar Rp11,95 miliar ke saham ini.
Sebelumnya, Kiwoom Sekuritas Indonesia, dalam laporan prospek tahunan bertajuk ‘2026 Year of Fire Horse Outlook’, memasukkan INET ke dalam jajaran saham pilihan utama.
Alasannya cukup fundamental: INET dipandang sedang berada di jalur ekspansi "gila-gilaan" yang berpotensi mengubah peta persaingan penyedia jasa internet (ISP) di tanah air.
Tim riset Kiwoom Sekuritas secara tegas memberikan rekomendasi BELI dengan target harga yang cukup ambisius, yakni di level Rp630.
Jika dibandingkan dengan harga saat ini di Rp422, artinya masih ada potensi kenaikan (upside) yang sangat lebar.
Proyek Kabel Laut dan Gurita Infrastruktur Digital
Baca Juga: DEWA Tuntaskan Buyback Saham Hampir Rp 1 Triliun, Rampung Lebih Awal
Apa yang membuat analis begitu optimistis terhadap masa depan INET? Jawabannya ada pada deretan proyek infrastruktur digital yang sedang digarap secara paralel:
- Jalur Kabel Laut Jakarta-Batam-Singapura: Proyek ini memiliki kapasitas raksasa hingga 20 Terabit per detik (Tbps). Menariknya, sekitar 10 Tbps sudah dipesan terlebih dahulu oleh mitra strategis, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge. Dengan kapasitas yang sudah terserap 50%, INET memiliki potensi pendapatan berulang (recurring income) yang sangat stabil mulai April 2026.
- Ekspansi FTTH Bali-Lombok: INET sedang gencar membangun jaringan Fiber to the Home (FTTH) dengan target ambisius mencapai 2 juta sambungan rumah (home passes).
- Dominasi di Kalimantan Barat: Melalui akuisisi PT Trans Hybrid Communication (THC), INET kini memiliki infrastruktur backbone yang kuat di Kalimantan Barat, memperlebar sayap bisnis mereka di luar Pulau Jawa.
Langkah ekspansi anorganik INET tidak berhenti di situ. Perusahaan juga mengakuisisi PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) untuk memperkuat operasionalnya.
Dalam proyek pembangunan jaringan FTTH milik Surge (WIFI), INET berperan sebagai kontraktor utama dengan target pembangunan 2 juta homepass hingga tahun 2028. Nilai kontrak dari kerja sama ini diperkirakan mencapai Rp540 miliar.
Untuk mendanai seluruh "hajatan" besar ini, INET telah menyiapkan amunisi finansial yang sangat kuat. Perseroan melakukan aksi korporasi berupa rights issue senilai Rp3,2 triliun serta penerbitan obligasi sebesar Rp1 triliun.
Total modal jumbo ini diharapkan mampu mengerek pendapatan dan laba bersih secara eksponensial dalam beberapa tahun ke depan.
Secara rinci, saham INET diperdagangkan pada rasio EV/EBITDA 2026 sekitar 15,1 kali. Angka ini diprediksi akan menyusut menjadi 9,4 kali pada tahun 2027 seiring dengan mulai beroperasinya segmen ritel (B2C) FTTH secara penuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Impor Barang Modal RI Melonjak 34 Persen
-
Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini
-
Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya
-
Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga
-
Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik
-
Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA
-
Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?
-
Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam
-
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI