Irish Bella akhirnya klarifikasi soal alasan tak pernah hadir di sidang kasus narkoba Ammar Zoni selaku suaminya.
Dia beralasan kalau absennya di sidang bukan berarti menghindar. Hal itu dilakukan demi menjaga privasinya.
"Saya mohon maaf sebelumnya, bukannya saya menghindar belakangan ini, tapi semoga mengerti menghormati privasi saya," ujar Irish Bella dalam video YouTube Intens Investigasi, dikutip Kamis (31/8/2023).
Selain itu, alasan Irish Bella terus absen dari sidang kasus narkoba Ammar Zoni karena ingin menjaga mentalnya.
"Karena memang inilah cara saya untuk tetap bisa kuat dan menjaga mental saya untuk menghadapi semua situasi yang sedang berjalan, itu saja yang bisa saya sampaikan," lanjut dia.
Meski begitu ibu dua anak ini berharap kalau kasus tersebut berjalan dengan lancar. Ia juga menegaskan tetap menghormati proses hukum
"Proses sidang yang sedang berlangsung saat ini, saya sepenuhnya percaya pada proses hukum di negara kita. Dan saya terus, tidak pernah habis, berdoa kepada Allah. Semoga Allah memudahkan, semoga lancar-lancar semua dan mudah-mudahan hasil akhirnya terbaik untuk kita semua ya," harap Irish Bella.
Sebelumnya Irish Bella kedapatan tidak hadir dalam berbagai sidang kasus narkoba Ammar Zoni.
Namun pengacara Ammar Zoni, Abdullah Emile Oemar, menjelaskan kalau istri kliennya itu berencana hadir di sidang putusan suaminya.
"Irish kemungkinan untuk sementara enggak hadir tapi, Insya Allah di sidang putusan hadir lah," tutur Abdullah Emile Oemar usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (31/8/2023).
Sekadar informasi, Ammar Zoni ditangkap penyidik Polres Metro Jakarta Selatan atas penyalahgunaan narkoba di kediamannya kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat pada 8 Maret 2023 lalu.
Sang aktor ditangkap setelah polisi lebih dulu mengamankan sopir dan temannya. Ia kedapatan membeli narkoba jenis sabu seberat 1,04 gram dengan harga Rp 1 juta.
Atas perbuatannya, sang aktor dan kedua terdakwa lainnya terancam Pasal 112 ayat 1 juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika juncto Pasal 127 ayat 1 huruf (a) juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Pasal 112 ayat (1) UU Narkotika mengatur setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman.
Pelanggar pasal ini dapat dipidana dengan pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.
Ini juga kali kedua Ammar Zoni tersandung kasus narkoba. Sebelumnya pada 2017, ia ditangkap penyidik Polres Metro Jakarta Pusat atas kepemilikan satu toples ganja.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Gandeng IMI, BRI Insurance Tawarkan Asuransi Kecelakaan Mulai dari Rp10 Ribu per Tahun
-
4 Mobil PHEV Bekas dengan Harga Paling Menggoda untuk Harian
-
Kejagung Bongkar Perusahaan Bayangan Zarof Ricar, Dibuat Khusus untuk Pencucian Uang
-
Nasi Hambar dan Salah Jam Makan, Peneliti Celios Temukan Banyak Siswa Buang Jatah MBG
-
BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen
-
Ulasan No Longer Human, Osamu Dazai: Kamu Pasti Pernah Jadi Yozo
-
Bertabur Bintang! Raisa Gandeng Anggun hingga Ariel NOAH di Konser 'Love & Let Go'
-
Terusir dari Rumah Sendiri, Kisah Suku Yanomami yang Tinggal di Paris Hutan Amazon
-
Komunitas Pers Kutuk Intimidasi Jurnalis saat Aksi 21 April di Kantor Gubernur Kaltim
-
Eks Wakapolda Metro Jaya Meninggal Kecelakaan di Medan