- Warga adat Amazon mengungsi ke Kota Manaus akibat kekeringan ekstrem yang menghancurkan sumber air dan pangan pada 2024–2025.
- Kekeringan parah menyebabkan krisis transportasi, wabah penyakit, serta kematian massal ikan yang menjadi sumber utama kehidupan komunitas adat.
- Pengungsi di Manaus berupaya mempertahankan identitas budaya melalui kawasan Parque das Tribos dengan sistem pendidikan bahasa ibu tradisional.
Suara.com - Di tengah lebatnya hutan Amazon, Kota Manaus justru menjadi tempat berlindung bagi para pengungsi iklim, yang disebut masyarakat Brasil sebagai suku Yanomami.
Mereka adalah warga adat yang terpaksa meninggalkan hutan akibat krisis lingkungan, terutama kekeringan ekstrem yang melanda kawasan tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Fenomena ini mencuat setelah kekeringan parah pada 2024–2025 membuat sungai-sungai di Amazon surut drastis.
Kondisi itu memutus jalur transportasi utama warga, sekaligus menghancurkan sumber air bersih dan pangan.
“Ketika sungai mengering, seluruh kehidupan ikut terputus,” ungkap seorang warga setempat seperti dilansir dari Tuoi Tre.
Air yang tersisa menjadi keruh dan tercemar, memicu wabah penyakit, terutama pada anak-anak.
Tak hanya itu, suhu air yang melonjak hingga 39 derajat Celsius menyebabkan kematian massal ikan.
Padahal, ikan merupakan sumber makanan utama bagi komunitas adat yang selama ini bergantung penuh pada alam.
Akibatnya, banyak warga terpaksa meninggalkan hutan dan mencari kehidupan baru di kota.
Baca Juga: 24 Tahun Tanpa Gelar, Cafu Yakin Carlo Ancelotti Bawa Brasil Juara Piala Dunia 2026
Namun, kehidupan di Manaus bukan tanpa tantangan, karena mereka harus beradaptasi dari peran sebagai penjaga hutan menjadi pekerja informal di lingkungan urban.
Sebagian besar dari mereka tinggal di kawasan pinggiran kota dengan kondisi serba terbatas.
Guncangan budaya pun tak terhindarkan, ketika nilai-nilai tradisional bertemu dengan realitas kehidupan modern.
Manaus sendiri merupakan kota terbesar di Amazon yang pernah berjaya sebagai pusat industri karet pada abad ke-19.
Hingga kini, sekitar dua juta penduduk hidup di kota yang dijuluki Paris di tengah hutan Amazon tersebut.
Di sisi lain, komunitas adat berupaya mempertahankan identitas mereka melalui kawasan seperti Parque das Tribos.
Berita Terkait
-
24 Tahun Tanpa Gelar, Cafu Yakin Carlo Ancelotti Bawa Brasil Juara Piala Dunia 2026
-
Diminta Bantu Suster Natalia, Hotman Paris: Istana Perlu Turun Tangan!
-
SLG Itu Tempat Saya Merasa Jadi Orang Paris dengan Dompet Orang Kediri
-
3 Polisi Pemerkosa Cuma Dihukum Etik, Ibu Korban Minta Keadilan: Pak Kapolri Pakai Hati Nurani
-
Menelanjangi Kemiskinan Ala George Orwell: Sebuah Ulasan Terbenam dan Tersingkir di Paris dan London
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Berapa Lama Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Bakal Mendekam di Rutan KPK?
-
Apa Kata KPK soal Klaim Kriminalisasi Febrie Adriansyah? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Tayang 2027, Drama Misteri-Kriminal 'Code' Rilis Jajaran Pemeran Utama
-
Karena Buru-buru Sudah Malam, Alasan Kejagung Tak Pakaikan Rompi Pink ke Febrie Adriansyah
-
Dua Kata Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Masuk ke Rutan KPK Tanpa Pakai Rompi Pink
-
Budget 4 Jutaan? 5 HP Gaming Ini Bisa Push Rank Tanpa Lag
-
Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Rutan KPK
-
Riset Economist Enterprise: Integrasi Self-Care ke Sistem Kesehatan Perlu Diperkuat
-
Film Istimewa Hadirkan Anak Disabilitas sebagai Tokoh Utama
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol