Ketua Umum PSSI, Erick Thohir dikabarkan mendatangkan Jay Idzes untuk membela Timnas Indonesia. Namun sayangnya, kapten Timnas Indonesia justru mengundurkan diri usai Jay Idzes bergabung.
Tetapi setelah ditelusuri dan dilakukan cek fakta, informasi keluarnya kapten Timnas Indonesia setelah Jay Idzes bergabung merupakan disinformasi atau berita hoaks.
Kabar burung itu dibagikan oleh kanal YouTube LIGANYA DAGELAN yang memposting video berjudul "JADI MALAPETAKA!! Gegara Jay Idzes, Kapten Timnas Mengundurkan Diri Dari Squad Garuda, Ini Kronologi" dengan durasi 2 menit 8 detik.
Saat artikel ini ditulis, video itu telah disaksikan sebanyak lebih dari 1.700 penayangan. Lantas, bagaimanakah penjelasan dari klaim di atas?
PENJELASAN:
Setelah menonton video tersebut dan menelusuri situs resmi PSSI, tidak ada pengumuman resmi yang menyebutkan bahwa kapten Timnas Indonesia, Fachruddin Aryanto mengundurkan diri setelah Jay Idzes bergabung.
Selain itu, dipastikan bahwa tidak ada satu pun pemain Timnas Indonesia yang mengundurkan diri karena kedatangan Jay Idzes.
Sebagaimana yang diketahui, Jay Idzes memang memberi sinyal kuat bahwa dirinya bergabung dengan Timnas Indonesia usai bertemu dengan Erick Thohir.
Saat ini, Jay Idzes yang memiliki keturunan Indonesia dari kakek dan neneknya masih bermain di salah satu klub Serie B Italia, Venezia FC.
Tetapi hingga akhir video, tidak ditemukan bukti yang dapat menunjukkan bahwa kapten Timnas Indonesia keluar setelah kedatangan Jay Idzes.
Dengan kata lain, isi video tersebut berbeda atau tidak sesuai dengan klaim yang tertulis pada judulnya.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
-
Siap Berikan Penampilan Terbaik, George Brown Tak Ingin Sia-siakan Kesempatan Kedua Seleksi Timnas Indonesia
-
4 Pemain Kunci Timnas Indonesia untuk Kalahkan Turkmenistan, Ajang Pembuktian Egy Maulana Vikri
-
Sudah Kantongi Video Permainan Lawan, Egy Maulana Vikri Tegaskan Fokus yang Bakal Dilakukan Timnas Indonesia
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Dari Sangkar ke Rekening: Jalan Sunyi Side Hustle Jual Beli Burung
-
5 HP Mid-Range dengan Kamera Telephoto Terbaik, Cocok untuk Konser
-
Nama Baiknya Terlanjur Rusak, Erin eks Andre Taulany Ancam ART dan Dalang Kasus dengan Denda Rp4 M
-
6 Cara Mengamankan Akun Instagram agar Tidak Diretas seperti Ahmad Dhani
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental