Coba tebak dulu sebelum baca artikelnya, lebih banyak Fuji atau lebih mantap Asnawi?
Nama YouTuber Fujianti Utami atau Fuji dan pemain bola Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Bahar alias Asnawi tengah ramai dibicarakan. Dishipping ramai-ramai karena mereka diduga jalan-jalan berdua di salah satu mall meski sang pemain bola mengenakan hoodie serta masker. Sebelumnya, dikabarkan salah satu pihak terbang ke Surabaya untuk nonton FIFA Matchday 2023 antara Timnas Indonesia kontra Turkmenistan (8/9/2023).
Saat ayahanda Fuji ditanyai apakah berkenan memiliki menantu pemain sepak bola, dari tayangan video saat itu didapatkan jawaban Haji Faisal ia belum kenal sosok pemain sepak bola kondang ini. Namun kalau boleh pilih, sebagai orangtua ingin anaknya mendapatkan pasangan yang satu profesi.
Alasan detail belum diketahui, akan tetapi simak perbandingan gaji atau perolehan masing-masing dari mereka untuk urusan pendapatan.
Dikutip kanal Soreang Suara.com dari unggahan Tiktok akun gosip Lambe_danu yang mengunggah kembali milik @thebestbali009, disebutkan:
Total gaji Asnawi Mangkualam Jeonnam Dragons, di Rp 35 perak per detik, Rp 2. 100 per menit, Rp 126.00 per jam, Rp 3.024.000 per hari, Rp 21.168.000 per minggu, Rp 84.672.000 per bulan, Rp 1.016.064.000 per tahun.
Sedangkan untuk Fuji, sebagaimana dikutip dari kanal Entertainment Suara.com, pendapatannya sebagai content creator YouTube yang memiliki lebih dari 3 juta subscriber, estimasi penghasilan yang didapatkannya:
sekira 8,4 ribu hingga 134,5 ribu dolar Amerika Serikat (AS) setara Rp 120 juta hingga Rp 1,9 miliar rupiah per bulan.
Atau hanya dari YouTube saja sekira 100,9 ribu - 1,6 juta dolar AS atau Rp 1,4 miliar hingga Rp 14,3 miliar per tahun.
Jadi, perbandingannya Rp 1.016.064.000 per tahun (Asnawi) dan Rp 14,3 miliar per tahun (Fuji). Atau Fuji bisa mencapai sekian kali lipat perolehan Asnawi.
Bagaimana menurut kalian, kiranya shipping terus atau lihat kondisi berdasarkan perolehan gaji di atas kertas?
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia U-17 Segera TC di Jerman Pekan Depan, Ada Dua Slot Bagi Pemain Diaspora
-
Dear Para Pemilik Klub Bola Indonesia, Erick Thohir Siap Lobi Langsung untuk Pinjam Pemain Bila Timnas Masuk Final Piala Asia U-23 2024
-
Rafael Struick Bersiap Kontra Turkmenistan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2024, Ia Harapkan Ini dari Timnas Indonesia
-
Tambah Lagi Keistimewaan Angka 9 Buat Timnas Indonesia U-23: Selamat Ulang Tahun, Marselino Ferdinan yang Bikin Brace Seru!
-
Serba 9 Jadi Angka Istimewa Timnas Indonesia dalam Kualifikasi Piala Asia U-23 2024, Erick Thohir Sebutkan Peluang ke Olimpiade Paris
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
Terkini
-
Fenomena 'Asbun Gen Alpha': Membaca Ulang Batas Keluguan dan Etika Bertutur
-
DPP IMM Pertanyakan Pelibatan TNI Jaga Rumah Jampidsus
-
Rumah Kosong di Banjarmasin Jadi Saksi Bisu: Mengapa 'Ngelem' Kembali Marak di Kalangan Remaja?
-
Cisem II Tak Hanya untuk Industri, Pertagas Pastikan Gas Bumi Juga Mengalir ke Rumah Tangga
-
Land Cruiser Mobil Kasus Suap Bupati Kuansing Sudah Tiba di Jakarta
-
8 Sunscreen Lokal SPF 50 untuk Melindungi Kulit dari Matahari dan Flek Hitam
-
Membongkar Mitos Kecantikan dan Tragedi Perempuan dalam Cantik itu Luka
-
Nilai Komisi Ojol 8 Persen Belum Sejahterakan Driver, CELIOS: Aplikator Berpotensi Pangkas Insentif
-
Pembobol Ruang Guru Kalianda Diciduk Berkat Rekaman CCTV
-
Kenapa Gunung Kawi Ramai Diisukan Jadi Tempat Pesugihan? Ini Sejarahnya