Gembong narkoba Fredy Pratama ternyata memiliki SOP ketat terhadap jaringan kurir yang bertugas dalam pengiriman narkoba.
Direktur Ditresnarkoba Polda Lampung, Kombes Erlin Tangjaya menjelaskan, para kurir harus melakukan pemesanan hotel melalui aplikasi salah satu travel agent.
"Jaringan ini dikenal memiliki aturan-aturan ketat mulai dari penggunaan nomor handphone, identitas diri, komunikasi sampai pemesanan hotel. Bahkan para kurir dilarang naik kendaraan ojek online di dalam area hotel, harus di luar hotel dengan jarak 10-15 meter," kata Kombes Erlin Tangjaya, dikutip Minggu (17/9/2023).
Selain itu, para kurir berkomunikasi dengan operator melalui SIM card khusus. Jika kurir menghadapi kendala di tengah tugas, mereka harus langsung menghilangkan SIM card itu agar tidak terlacak.
Aturan lainnya, para kurir tidak diperbolehkan memesan wanita panggilan ketika menginap di hotel dalam rangka pengiriman barang sabu.
Sedangkan jangka waktu menginap dibatasi hanya selama 3 hari. Bahkan kurir juga wajib melakukan video call lebih dahulu sebelum mengirim barang.
"Mereka juga harus video call dulu sebelum berangkat, lalu nanti mereka menentukan sandi operasi terhadap operator," ungkap Kombes Erlin.
Untuk mengatur perjalanan pengiriman narkoba, jaringan Fredy ini menggunakan tiga aplikasi.
"Para kurir harus mengikuti aturan dari jaringan ini, mereka menggunakan 3 aplikasi berbeda dalam berkomunikasi yakni Black Berry Messenger (BBM), Threema serta wire," pungkas Kombes Erlin.
Baca Juga: Dua Pemain Asing Sriwijaya FC Dievaluasi Jelang Kontra Persiraja Banda Aceh Malam Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
Curhat Ole Romeny: Merasa Bebas di Timnas Indonesia Dibanding Klub
-
Perang Pecah Lagi! Amerika Serang Iran Lagi, Luncurkan Rudal ke Dekat Jalur Minyak Dunia
-
Harga Pertamax Nyaris Rp 17.000, Pertamina Anggap Sudah Wajar
-
Pengesahan Revisi UU Polri Dikritik, Dinilai Terlalu Terburu-Buru dan Tidak Transparan
-
Giorgio Antonio Bukan CEO Global Loyalty Indonesia, Perusahaan Beri Klarifikasi Resmi
-
Banjir Informasi, Krisis Pemaknaan: Potret Manusia Modern Hari Ini
-
Mata-matai Timnas Indonesia di GBK, Pelatih Vietnam 'Digocek' John Herdman
-
Ranking FIFA Timnas Indonesia Usai Menang Beruntun Lawan Oman dan Mozambik, Rekor Terbaik 2 Dekade
-
BI Rate Naik Mendadak, Pertanda Apa untuk Ekonomi Indonesia?
-
Pembelaan Diri Nana Diterima, Pelaku Perampokan Divonis 7 Tahun Penjara