Rumor mengenai Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mencekik dan menampar Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi di ruang rapat kabinet masih terus menjadi perbincangan publik.
Rumor tersebut pertama kali disebarkan oleh Direktur Seword Media Utama, Alifurrahman Asyari. Ia mengunggah video berjudul Alifurrahman: ADA CAPRES NAMPAR WAMEN DI RUANG RAPAT? di kanal YouTube-nya.
Buntut dari menyebarkan video tersebut, Alifurrahman sempat dilaporkan oleh Prabowo Mania 08 ke pihak berwajib. Sayang, laporan tersebut ditolak oleh Bareskrim Polri.
Selain itu, Alifurrahman juga dituntut oleh beberapa pihak untuk meminta maaf dan menghapus video unggahan YouTube mengenai rumor Prabowo yang mencekik dan menampar Harvick.
Permintaan tersebut rupanya ditanggapi oleh Alifurrahman. Ia mengaku enggan meminta maaf kepada Prabowo beserta relawannya. Pasalnya ia merasa tak melakukan kesalahan apapun.
"Kalau untuk meminta maaf, ini nggak bisa. Ini soal prinsip, ini soal harga diri. Kalau saya nggak salah saya nggak bisa minta maaf," ujar Alifurrahman dikutip Minggu (24/9/2023).
"Mau dibayar berapapun saya enggak bisa. Apalagi cuma ratusan juta atau miliaran rupiah. Enggak bisa, ini soal harga diri, sampai mati akan saya bawa harga diri saya ini," imbuhnya.
Namun, jika diminta untuk menghapus video tersebut, Alifurrahman mengaku bersedia, asal dirinya mendapatkan bayaran yang setimpal.
"Tapi kalau soal menghapus video, ini soal transaksi biasa aja. Yang penting ada harga, nilainya sepakat, deal, ditransfer duluan ke saya, akan saya hapus," pungkasnya.
Baca Juga: Lawan Keraguan, Edgar Xavier Marvelo Bawa Pulang Medali Perak Wushu Asian Games 2022
Berita Terkait
-
Pengamat Soal Ganjar-Prabowo 1 Koalisi: Sampai Kiamat Nggak Mungkin Bersatu
-
Soal Isu Duet Ganjar dan Prabowo, Gerindra: Strategi buat Menaikkan Elektabilitas AMIN
-
Gaduh Wacana Dua Poros di Pilpres 2024, NasDem: Mustahil Gerindra Serahkan Prabowo ke Ganjar
-
Kaesang Merapat ke PSI, Pertanda Jokowi Dukung Prabowo di Pilpres 2024?
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Bukan Hukuman Ringan, Nadiem Makarim Berharap Bisa Bebas dalam Putusan Hakim
-
Demo adalah Aksi Menyuarakan Ketidakpuasan, Bukan Pamer Dukungan
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Modus Ajak Menikah, WNA di Lombok Paksa Korban Masuk Fantasi Seksual Menyimpang
-
Baliho Ulang Tahun Jokowi di Solo Tuai Polemik, DPRD Curigai Penggunaan Dana APBD
-
Wamendikdasmen Akan Cek Dugaan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam
-
Pengurus BEM Fakultas UBK yang Tampung Suap Rp20 Juta Terancam Sanksi Akademik
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Libur Sekolah, PELNI Beri Diskon Tiket Kapal 30 Persen