Proses kaderisasi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi pembicaraan publik lantaran anggota yang baru masuk dua hari langsung dijadikan ketua umum.
Adalah putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, yang kini telah ditetapkan sebagai Ketum PSI. Hal ini sontak menuai pro dan kontra sebab keluarga Kaesang yang berafiliasi erat dengan PDI Perjuangan.
Bukan hanya itu, penetapan Kaesang menjadi Ketum PSI disebut-sebut sebagai bentuk melanggengkan politik dinasti. Mirisnya, Sekjen PSI Raja Juli Antoni ternyata pernah mencuitkan pendapat negatifnya tentang politik dinasti.
Hal ini seperti yang diviralkan kembali oleh pegiat media sosial Denny Siregar. Lewat akun Twitter-nya, Denny mengunggah tangkapan layar cuitan sang Wakil Menteri ATR pada tahun 2018 silam.
"Politik Dinasti. Pepatah Arab mengatakan: laisal fatwa man yaqulu kaana abii. Innal fataa man yaquuli ha ana daa," begitulah cuitan Raja Juli Antoni, seperti dikutip pada Rabu (27/9/2023).
Raja Juli Antoni kemudian mengingatkan bahwa seseorang tidak seharusnya mendompleng popularitas dan kemampuan orangtuanya untuk mendapat hati di tengah masyarakat.
"Pemuda sesungguhnya bukan orang yang tampil karena mengandalkan bapaknya, tapi seorang yang manggung karena kualitas dirinya," ujar Raja Juli Antoni.
Denny sendiri kemudian menanggapi cuitan lawas tersebut dengan sindiran pedas. Pasalnya saat ini PSI seperti memberikan karpet merah untuk Kaesang menjadi ketum lantaran statusnya sebagai anak presiden.
"Saya masih sepakat dengan twit teman saya ini sampe sekarang.. Gak tau kalo Anang.." kata Denny.
Unggahan Denny ini sontak mendapat beragam respons publik apalagi bila menyoroti perubahan peta politik sekarang.
"Sepertinya iklan rokok itu ada benarnya, 'Berhentilah ngetwit karena ngetwit dapat membunuhmu'," komentar warganet yang kemudian mengunggah juga rekam jejak Budiman Sudjatmiko.
Sebagai informasi, Budiman pernah menyebut Prabowo Subianto sebagai produk gagal pada tahun 2019 lalu. Namun kini Budiman blak-blakan mendukung Prabowo sampai dipecat dari PDIP.
"Ya kalo bukan anaknya Presiden Jokowi ya tidak akan bisa trriinggg simsalabim... langsung Ketum. Mimpi!" tulis warganet.
"Baru dikasih jabatan Wamen udah berubah," sindir warganet.
"Semoga prosesnya Bukan Di Karbitan, karena kasian kalau di karbitkan biasa ya tidak awet dan cepat busuk," timpal yang lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Iran Bersumpah Tidak Akan Tunduk pada Tekanan Amerika Serikat, Harga Minyak Makin Runyam
-
Buntut Potongan Video JK, Jubir Ormas Islam Sebut Ada Unsur Pidana dan Niat Jahat Ade Armando dkk
-
Cuma Rp50 Ribu Per Hari, Polisi Ungkap Rahasia di Balik Penitipan Bayi Ilegal di Sleman
-
Viral Video Menkeu Bagi-bagi Dana Hibah di Tiktok, BRI Klarifikasi: HOAKS!
-
PT Pertamina Training and Consulting Gelar RUPS Tahun Buku 2025, Bertransformasi di Tengah Fluktuasi
-
Minta Polri-PPATK Bongkar Sosok Pemodal Judol di Jakbar, Sahroni: Tak Mungkin 321 WNA Gerak Sendiri!
-
Kisah Dante Berlanjut, Devil May Cry Season 2 Tayang 12 Mei di Netflix
-
20 Bulan Jadi Buronan, Kahar Ditangkap di Kota Parepare
-
Lupakan LCGC Sempit! MPV Jepang Ini Punya Captain Seat Harga 70 Jutaan.Saja
-
Purbaya Hapus Kebijakan Tax Amnesty Sri Mulyani, Bahaya untuk Pegawai Pajak