/
Jum'at, 29 September 2023 | 19:07 WIB
Kolase foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gibran Rakabuming Raka. (Ist)

Presiden Joko Widodo dicibir tengah menelan ludahnya sendiri setelah kedua anak laki-lakinya, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, resmi terjun ke dunia politik. Bukan hanya itu, menantunya Bobby Nasution juga adalah kader PDI Perjuangan dan kini menjadi Wali Kota Medan.

 

Hal ini membuat Jokowi dicap membangun politik dinasti. Bahkan kemudian beredar pula anggapan bahwa Jokowi memaksakan kehendaknya melanggengkan kekuasaan hingga mengkarbitkan anak-anaknya untuk meramaikan panggung politik sebelum masa jabatannya berakhir.

 

Tudingan inilah yang dibantah oleh Ketua Badan Pemenangan Pilpres Pro Jokowi (Projo) Panel Barus di talkshow unggahan kanal YouTube Total Politik. Dalam agenda bertajuk “Adu Perspektif” tersebut, Panel Barus menegaskan bahwa Jokowi bahkan sama sekali tidak memberikan bantuan kepada Gibran jelang Pilwalkot Solo.

 

“Jangan jadikan karbit sebagai korban. Saya bilang sama Opung Panda, tugas yang senior-senior ini mendoakan yang muda-muda, jangan nakut-nakutin,” kata Panel Barus dalam konteks tengah menanggapi respons miring sejumlah politikus senior dengan sepak terjang anak-anak Jokowi, dikutip pada Jumat (29/9/2023).

 

Panel Barus lalu menceritakan kisah di balik layar jelang rencana Gibran menggantikan FX Rudy di Kota Solo. “Kita juga sempat diskusi sama Pak Jokowi, ‘Enggak usah lah, Pak’. Gitu-gitu lah,” tutur Panel Barus.

Baca Juga: Bantah Diperintah, Grace Natalie Akui PSI Rajin Rayu Jokowi Agar Izinkan Kaesang Masuk Partai

 

“Pak Jokowi-nya juga dalam posisi enggak mendorong juga, tidak mendorong Mas Gibran. Begitu akhirnya partai-partai juga minta supaya maju, jangan kemudian dipaksa-paksa partai (tapi) yang disalahin Pak Jokowi pula,” sambungnya.

 

Panel Barus menyayangkan banyaknya pihak yang menyalahkan Jokowi, seolah sang presiden lah yang mendorong anak-anaknya untuk meramaikan dunia politik padahal partai yang kemudian melihat potensi mereka.

 

“(Karena) sejatinya partai-partai dalam setiap Pilkada pasti pengin menang. Dia lihatlah Mas Gibran yang potensial waktu itu, didorong-doronglah. Saya bilang, ‘Jangan terganggu, Pak’. Dia juga dalam posisi yang nggak dorong-dorong,” jelas Panel Barus.

Load More