/
Sabtu, 30 September 2023 | 13:13 WIB
Pelatih Timnas Indonesia U-24 Indra Sjafri di Asian Games 2022 ([Antara])

Menang atau kalah itu bonus dari sebuah pertandingan. Nah, yang dicari lalu apa?

Hayo, siapa yang jari-jari tangannya meluncur sedemikian cepat untuk ikut-ikutan menghujat saat Coach Indra Sjafri tidak berhasil mengantarkan Timnas Indonesia U-23 lolos 16 besar sepak bola putra Asian Games 2022 di Tiongkok?

Akan tetapi permainan kita memang kalah dari Uzbekistan, padahal Ramadhan Sananta sudah didatangkan, itu mengapa Hugo Samir berulah, dan seterusnya kurang lebih unek-unek dikeluarkan, yang intinya menyasar kepelatihan Coach Indra Sjafri.

Sekarang, bila kondisinya dibalik bagaimana? Apakah bila berada di posisi seperti Coach Indra Sjafri atau bahkan menjadi ia sendiri, bakal bisa membawa Timnas Indonesia lebih apik atau lebih berhasil? Belum tentu. Dan alasannya antara lain sudah pasti: namanya juga cuma beri kritik, atau masukan.

Padahal, kalau mau menengok sekilas saja, siapakah yang membawa Timnas Indonesia meraih medali emas di SEA Games 2022 Kamboja?

Indra Sjafri orangnya. Ia berhasil memupus kegagalan 32 tahun Indonesia tidak pernah menang nomor satu untuk cabor sepak bola putra dalam SEA Games. Skor akhir dalam kejuaraan ini, Timnas Indonesia U-22 mengatasi Thailand 5-2.

Coach Justin (sumber: [Screenshot YT HAS Creative])

Dikutip dari Denpasar Suara.com,  Coach Justin atau lengkapnya Justinus Lhaksana, seorang pengamat sepak bola dan mantan pelatih profesional futsal menyatakan pendapatnya. Alih-alih menyudutkan Indra Sjafri, ia memberikan pandangan mengena.

Menurutnya, sepak bola bukan hanya soal kalah atau menang, melainkan lebih jauh lagi.

"Ini salah satu alasan mengapa saya membuat konten di YouTube. Sepak bola itu bukan hanya menang kalah. Menang kalah itu bonus," papar pemilik kanal YouTube Justinus Lhaksana, pada Jumat (29/9/2023).

Menang atau kalah baginya adalah sebuah proses di lapangan melalui kerja keras dengan sistem yang dibangun. Untuk menghasilkan sistem atau pondasi yang kuat terkadang perlu melalui hasil tidak sempurna seperti halnya Indra Sjafri.

"Menang kalah itu adalah hasil. Hasil yang kita raih dengan kerja keras, dengan proses membangun sebuah pondasi yang kuat. Nah untuk bisa membangun pondasi kuat, itu upside down. Di Asian Games ini, anggap saja down," tukasnya.

"Saya yakin tim Indra Sjafri dan para pelatihnya yang punya jam terbang bagus akan naik lagi. Maka sekali lagi, kalian kritik saya paham, saya juga tidak puas dengan hasilnya, apalagi kalahnya dari Uzbekistan," tandasnya.

Jadi menurut Coach Justin, apa yang telah dilakukan Coach Indra Sjafri adalah sebuah proses perjuangan. Pelatih Timnas satu ini perlu menaikkan jam terbang agar bisa menyusun taktik lebih menaik levelnya, dan mencetak sukses seperti Coach Shin Tae-yong, pelatih Timnas Indonesia Senior.

Pandangan Coach Justin senada Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir yang senantiasa menyatakan bahwa sepak bola Indonesia tengah berproses.

Baca Juga: Amunisi Timnas Indonesia Berdatangan, Shayne Pattynama dan Sandy Walsh Bisa Dimainkan Bareng di Kualifikasi Piala Dunia 2026

"Tidak bisa didapat dengan instan, seluruhnya perlu proses," papar mantan pemilik tim berkelas Inter Milan ini beberapa saat lalu di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta.

Load More