Ketua Majelis Tinggi PPP Muhammad Romahurmuziy diduga memberi bocoran mengenai hasil sidang Mahkamah Konstitusi mengenai perubahan batas usia capres dan cawapres. Hal ini diungkapkannya di sesi podcast bersama Akbar Faizal yang membahas permainan politik Presiden Joko Widodo.
Lalu di salah satu kesempatan, Romy dan Akbar mengungkit perihal gugatan yang sedang bergulir di MK. Menurut Romy, MK kemungkinan besar tidak akan mengubah batas minimal umur capres dan cawapres karena memang bukan ranahnya sebagaimana ditegaskan Menko Polhukam Mahfud MD.
“Urusan umur itu open legal policy, jadi ranahnya keputusan dewan. Jadi nanti arahnya bukan ke situ. Umur tidak diutak-atik, tetapi ditambahi frasa konstitusional mengikatnya apabila dimaknai atau kecuali dimaknai atau pernah menjadi kepala daerah,” beber Romy, dikutip pada Senin (2/10/2023).
“Ternyata diiyakan, maka kemudian kartunya Gibran akan hidup,” balas Akbar.
“Dan dugaan saya diiyakan, ini antara dugaan dan bocoran memang beda-beda tipis,” timpal Romy lagi.
Dengan demikian, Gibran berkesempatan untuk maju sebagai calon RI 2 di Pilpres 2024, tentu apabila sudah mendapatkan restu dari Jokowi. Namun yang kemudian menjadi pertanyaan, ke kubu manakah Gibran akan berlabuh?
Pasalnya Gibran ternyata sudah sampai tujuh kali coba dipinang oleh Prabowo Subianto untuk mendampinginya. “Yang kita dengarkan ini adalah Pak Prabowo sudah meminta beberapa kali ke Pak Jokowi agar kemudian (diizinkan),” tutur Akbar.
“Ada yang menyebut 5 kali, ada yang menyebut 7 kali, ini cukup sahih sih sebenarnya. Sering lah,” jawab Romy.
Romy sendiri meyakini Jokowi tengah sangat merenung dengan situasi politik yang ada. Namun Romy meyakini Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak memasukkan Gibran dalam radar bacawapresnya.
“Sejauh ini tidak sebagai calon wakil presiden. Karena Ibu adalah politisi klasik yang memegang pola dan pola itu nggak ketemu (di Gibran), nasionalis religius. Yang kedua, Ibu ini tidak suka politisi instan. Jadi cara melakukan pemenangan itu harus bermartabat, elegan, beda dengan kita punya presiden, ‘Yang penting menang’. Jadi ini tentang perbedaan mazhab politik,” pungkas Romy.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Lighter and Princess: Kesetiaan & Penghianatan yang Dieksekusi Membabi Buta
-
Viral Video 3 Santri Dibakar di Lombok, Satu Meninggal
-
2 HP Android Desain Kamera Boba 2 Miring Mirip iPhone 15, Harga Cuman Rp1 Jutaan
-
Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi
-
Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah
-
HP Sering Panas Saat Mabar? Coba 5 Cooler Terbaik Ini
-
"Uangmu Uangku, Uangku Milikku": Masih Relevankah Prinsip Ini di Era Modern?
-
Lewat Kisah di Musikal Senja Teduh Pelita, Angga Maliq & D'Essentials Baru Paham Lagunya Sendiri
-
Miris! Timnas Jepang Dapat Fasilitas Latihan Bak Tarkam di Piala Dunia 2026, Langsung Pindah
-
The Apothecary Diaries Season 2: Rahasia Kelam Maomao dan Silsilah Rumit Kekaisaran