Faktor-faktor berikut ini membuat pemain bisa tampil seru. Di antaranya Sandy Walsh, Shayne Pattynama, dan Marc Klok.
Mau merumput di negeri sendiri atau pun mancanegara, mau menjadi pemain domestik sampai abroad, terpenting mentalitas dan disiplin yang dimiliki pemain dan klub yang membinanya. Sehingga saat dipanggil masuk Timnas Indonesia untuk bertarung atas nama negara bisa memberikan performa dan prestasi terbaiknya. Tanpa harus kebanyakan polesan atau perlu waktu lama untuk adaptasi.
Contoh paling hangat dari situasi dan kondisi ini adalah penampilan Timnas Indonesia saat laga kontra Timnas Brunei Darussalam dalam leg kedua preliminary Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Berlangsung di Stadion Sultan Hassanal Bolkiah, Bandar Seri Begawan (17/10/2023). Secara gemilang skuad Garuda unggul 6-0 lewat brace, satu eksekusi penalti, serta tiga gol seru.
Bukankah hasil ini sama dengan sukses yang dicetak Timnas Indonesia di leg pertama, saat bertarung di rumah sendiri, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta (12/10/2023)?
Beda, Boss. Leg pertama digelar dalam persiapan sempurna, di mana para pemain mendapatkan kesempatan berlatih dengan waktu cukup. Termasuk tahap pengenalan lapangan--meski bermain dalam format home atau kandang.
Sedangkan leg kedua, hujan deras menyambut Timnas Indonesia saat akan menggelar latihan resmi atau official training.
"Situasinya seperti ini, mau tidak mau batal latihan. Cuaca tidak baik, jadi ya tidak ada pilihan lain. Saya tidak mau para pemain kena hujan, jadi latihan dibatalkan," jelas Pelatih Kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, sebagaimana dikutip Metro Suara.com dari laman resmi pssi.org.
Jadi, latihan di lapangan terbuka atau outdoor ditiadakan. Versi indoor ada, akan tetapi tentunya memiliki keterbatasan, tanpa melibatkan feel tempat berlaga atau lokasi mirip tempat bertanding sesungguhnya.
Akan tetapi, hasil yang diperoleh memuaskan. Bahkan Coach Shin Tae-yong, sosok dengan standar tinggi bila berbicara tentang anak-anak asuhnya dan tergolong sosok yang tidak cepat puas pun menyampaikan apresiasi bahwa para pemain Timnas Indonesia tampil all-out di saat home and away. Baik di kandang sendiri mau pun saat bertandang.
Bila ditanya kuncinya di mana, tentu berpulang kepada para pemain sendiri.
Pasalnya saat Timnas Indonesia dibentuk, diawali pemanggilan Coach Shin Tae-yong, nama-nama yang masuk dan menjawab kesediaannya tentu mempersiapkan diri sebaik-baiknya.
Lepas dari hal-hal non-teknis seperti perizinan klub tempat bernaung sebagai pemain bola pro, para pemain punya standar agar secara teknis, mulai kesehatan, skill, hingga performa bisa tampil maksimal.
Seluruhnya berangkat dari disiplin, dan hal inilah yang ditekankan Coach Shin Tae-yong sejak hari pertama Training Centre (TC) atau pemusatan latihan berlangsung.
Mulai pemain yang bermain di liga Nasional Tanah Air sampai pemain abroad seluruhnya mesti hadir on-time.
Paling tidak, terbayanglah salah satu contoh yang mesti datang begiu jauh dari Indonesia. Contohnya Shayne Pattynama, yang menyebutkan perlu paling tidak 22 jam dari tempatnya bermain bola pro di Viking FK, Stavanger, Norwegia sampai mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Indonesia.
Demikian pula para pemain abroad lainnya. Bahkan pemain di Indonesia sekali pun. Karena tidak semuanya bermarkas di Jakarta, sehingga perlu waktu untuk memenuhi panggilan PSSI via Coach Shin Tae-yong.
Beranjak dari on-time atau ketepatan waktu, tentunya kebugaran atau standar fit dari para pemain. Lantas skill dan performa. Semuanya mencerminkan bagaimana klub tempat mereka bernaung membina dan mempertahankan potensi para pemainnya. Sehingga secara tidak langsung, pemain mereka yang dipanggil masuk Timnas bisa menjadi "iklan" betapa kerennya klub mereka.
Sehingga tidak heran pula bila banderol alias harga pasaran para pemain "dibawa-bawa" saat main untuk timnas dan menunjukkan performa tinggi.
Contohnya Sandy Walsh, yang bermain di KV Mechelen, Belgia. Ia mengantongi banderol Rp 34,76 miliar. Atau Marc Klok, yang menjadi pemain di Liga Indonesia dengan nilai pasar tertinggi, mencapai Rp 7,82 miliar, bahkan pernah mencapai puncak Rp 8,26 miliar.
Tag
Berita Terkait
-
Dari 26 Pemain Timnas Indonesia Hanya Seperlima Tidak Main Sama Sekali di Brunei, Hasil Rotasi Shin Tae-yong Panen Gol
-
Pernah Patah Hati Indonesia Batal ke Piala Dunia U-20, Penyerang Banderol Rp 3,04 M Ini Jadikan Brace di Brunei Motivasinya
-
Bromance Timnas Indonesia: Rafael Struick-Marc Klok Main Ludo, Siap Ketemu Lagi di Laga Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Kisah Kiper Banderol Rp 3,91 M yang Dapat Roti Pagi-pagi dari Coach Shin Tae-yong karena Kirim Pesan Mobile
-
Shayne Pattynama Masuk Starting Eleven di Leg Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026, Buktikan Rotasi Shin Tae-yong Sukses
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Sayap Kecil yang Menantang Badai