Fujianti Utami alias Fuji mengalami kejadian tak menyenangkan saat liburan ke Eropa bersama Nikita Mirzani dan dr Oky Pratama. Pasalnya, ia kecopetan ketika baru tiba di Belgia.
Tas yang dicuri tersebut berisi barang-barang berharga seperti paspor, KTP, dan ponsel. Meski begitu, tas tersebut kini sudah ditemukan berkat bantuan kepolisian setempat.
Melalui unggahan Instagram Story miliknya, Fuji kemudian menceritakan secara runut bagaimana hal itu bisa terjadi. Berikut ini kronologi tas Fuji kecopetan:
1. Tas hilang di salah satu cafe di Brussel, Belgia
Setelah dari Paris, Fuji bersama rombongan Bening's Clinic menempuh perjalanan selama sekitar 4 jam ke Brussel, Belgia.
Tiba di sana, mereka mampir ke sebuah cafe untuk makan. Setelah itu, Fuji menitipkan tasnya kepada asistennya, Luci karena dirinya ingin pergi ke toilet.
"Jadi tas yang hilang itu (isinya) barang-barang aku sih, cuma dipegang sama Luci. Tas aku (yang lain) ini aman, tadi aku tuh lagi pipis," ucap Fuji.
Sebelum pergi ke toilet, rupanya Fuji meminta tolong kepada asistennya untuk membelikannya makanan. Namun sayangnya, asisten Fuji justru menitipkan tas dan koper milik Fuji kepada orang lain.
"Jadi aku tadi lagi nyuruh Luci buat beli makanan kayak waffle gitu, terus Luci itu nitipin tasnya ke orang namanya Koh Hendy, itu salahnya di situ. Sebenernya nitipin tas ke orang lain itu nggak bagus gitu. Aku lagi pipis, terus lusi beli makanannya, nah tas ini ada di atas koper," tambah Fuji.
Baca Juga: Ada Hay Tje di Video Unboxing Kado Anak Marissya Icha, Warganet: Oh, Ternyata Bestie
2. Sempat tidak sadar kehilangan tas
Setelah dari cafe tersebut, Fuji dan asistennya sempat tidak sadar bahwa tas miliknya hilang. Namun untungnya, sebelum masuk ke dalam bis, Fuji langsung menyadari ia kehilangan tas.
"Selesai aku pipis, keluar dari cafe itu aku foto-foto aja, karena aku nggak tau juga tasnya itu ada di atas koper. Yang aku tau tas itu adalah sama Luci, aku juga nggak ngeh Luci itu pergi bawa tas atau nggak. Nah habis itu Luci balik, kita juga nggak ngeh itu tas kita di mana, aku pun nggak ngeh karena aku nggak tau tas itu sama Luci atau nggak," beber Fuji.
Ia kemudian dihampiri oleh seorang pria asing yang menanyakan apakah dirinya kehilangan sesuatu. Namun karena parno dengan orang asing, Fuji pun sempat mengabaikannya.
"Terus ada bule nyamperin kita, kayak nanya apakah kita kehilangan sesuatu. Tapi ada yang mengingatkan kita juga, kayak tiga bule gitu buat jangan ngomong sama dia karena dia bule aneh. Nah jadi pas diingetin kayak gitu kita jadi waswas, kayak oh oke deh jangan ngomong sama dia karena kita tuh parno gitu kan," imbuhnya.
Ketika hendak menaiki bis, Fuji baru menyadari bahwa tas miliknya tak ada di tempat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Of Love and Other Demons: Kritik Tajam terhadap Takhayul dan Prasangka
-
Danantara Disebut Jadi Mesin Baru Ekonomi Indonesia, Siap Akhiri Era Inefisiensi BUMN
-
Profil Timnas Pantai Gading: Generasi Baru Gajah Afrika Siap Mengguncang Piala Dunia 2026
-
Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak
-
Langkah Pemkot Malang Mengurai Benang Kusut Pasar Kebalen
-
Kasus Pelecehan Santri Pati: Selly Gantina Ingatkan Bahaya Sembunyikan Pelaku
-
Sebagai Santri, Saya Marah: Pelecehan Tak Boleh Dinormalisasi di Pesantren
-
Antisipasi Format Baru BWF, Audisi Umum PB Djarum 2026 Cari Atlet Agresif dan Tangguh dari Luar Jawa
-
IHSG Terpeleset Jatuh di Sesi I, 421 Saham Turun
-
Mendorong Perempuan Berdaya, PNM dan MES Berkolaborasi lewat Program Mba Maya