Wali Kota Depok Mohammad Idris nampaknya memaksa untuk SDN Pondok Cina 1 dibongkar dan pindah pada 12 Desember 2022.
Polemik SDN Pondok Cina 1 nampaknya berbuntut panjang. Bahkan, baru-baru ini keputusan untuk membongkar gedung sekolah itu setelah Pemkot Depok menggelar audiensi dengan orang tua siswa pada Rabu (30/11/2022).
"Kita membatasi proses belajar mengajar maksimal sampai tanggal 9, setelah itu pada tanggal 12 Desember mereka sudah harus pindah ke SDN Pondok Cina 3 dan 5, yang berkenan untuk pindah," kata Sekda Depok Supian, katanya kepada wartawan.
Kekinian, mengutip dari Depoktoday -jaringan Suara.com, Siswa SDN Pondok Cina 1 tak kuasa menahan tangis. Mereka sedih lantaran sudah satu bulan ini tak bisa diajarkan secara langsung oleh guru kesayangannya.
Peristiewa ini terjadi sejak adanya rencana relokasi SDN Pondokcina 1 yang lahannya nanti akan dibangun masjid raya. Keputusan itu dikeluarkan oleh Wali Kota Depok, Mohammad Idris.
Karena itulah, para guru dilarang mengajar langsung di SDN Pondokcina 1. Akibatnya, sejak satu bulan terakhir ini, sejumlah sisea terpaksa menimba ilmu dari para relawan.
“Pengen belajar sama bu guru,” ucap Farel, siswa kelas 1 sambil menyeka air mata kepada wartawan.
Tak hanya Farel, tangis kepedihan juga menjalar ke sejumlah bocah lainnya yang ada di ruangan tersebut.
Sejumlah relawan tampak kelimpungan ketika menenangkan anak-anak tersebut. “Kami kangen bu guru,” rengek Farel berlinang air mata.
Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2022: Bungkam Kanada, Maroko Melenggang ke Babak 16 Besar
Sebagai informasi, di tengah polemik sekolah yang akan dijadikan masjid mewah itu, para siswa belajar mandiri selama sebulan belakangan.
Hal ini tentu ironis, sebab mereka akan menjalani ujian semester pekan depan. “Maunya diajar bu guru. Kami mau sama bu guru disini,” tutur Indah, siswa lainnya yang juga berlinang air mata.
Tak tinggal diam, sejumlah orangtua yang hadir di tempat tersebut kembali memberikan semangat.
Para orangtua dan relawan tampa kompak berbagi tugas agar para siswa tetap mendapatkan pendidikan layak. “Tugasnya nanti dikumpulin dan dinilai bu guru,” kata Lala salah satu wali murid.
Tak kalah sigap, Ketua Baitul Muslimin Indonesia Kota Depok, Afifah Alia, beberapa hari ini ikut turun langsung menjadi guru dadakan.
Afifah mengaku merasa iba, terlebih sejak melihat banyak anak yang rindu akan perhatian guru.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Prabowo Tancap Gas Hilirisasi, 13 Proyek Rp119 Triliun Digulirkan
-
Jelang Duel, Bek Arsenal Puji Kualitas Julian Alvarez
-
Arsenal Favorit? Diego Simeone Kirim Ancaman ke The Gunners: Atletico Tak Takut
-
Arsenal ke Madrid Tanpa Tiga Bintang, Arteta Dipaksa Rombak Skuad Jelang Duel Lawan Atletico
-
Kedubes Rusia Sampaikan Duka atas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
-
Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat
-
Netflix Resmi Perpanjang Stranger Things: Tales From '85 ke Musim Selanjutnya
-
Belanja Hemat di Akhir Bulan, Ada Promo Sogo Payday Deals Bersama BRI
-
Bosan Helm Pasaran? Cargloss Chips Highway Patrol Usung Gaya Polisi 80-an
-
Tanpa Rangka eSAF, Skutik Baru Honda Ini Pakai Dek Rata Rasa PCX Mewah