Terduga teroris berinisial DYS diduga melarikan diri pasca tragedi bom bunuh diri yang menewaskan dua orang di Polsek Astanaanyar, Kota Bandung pada Rabu (7/12/2022) lalu.
Hal ini diketahui saat Densus 88 melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris tersebut yang berlokasi di Malabar, Kota Bandung.
Ketua RT setempat, Yahya (65) membenarkan jika DYS merupakan warganya. Namun keberadaannya saat ini tak diketahui.
"Waktu pas kejadian, saya baru pulang dari kuburan karena ada warga yang meninggal. Dia tuh ada. Setelah itu besoknya (gak ada)," kata Yahya di Gang Karees Kulon, Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Senin (12/12/2022) dikutip dari Ayobandung.com.
Sepengetahuan Yahya, terduga teroris DYS pergi ke wilayah Garut.
"Katanya ke Garut," ungkapnya.
Yahya tidak mengetahui secara persis aktivitas DYS pasca bom bunuh diri Polsek Astana Anyar.
"Mengenai menghilang atau seperti apa saya gak tahu," pungkasnya.
Di lokasi yang sama, Ketua RW setempat Agus Suherman mengatakan hal senada. DYS sudah tidak diketahui keberadaannya pasca aksi bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar.
Baca Juga: Pembayaran Uji KIR di Kalteng Makin Mudah, Dishub Palangka Raya Persiapkan Pembayaran Daring QRIS
"Udah enggak keliatan itu sudah seminggu ini," kata Agus.
Agus mengungkapkan bahwa rumah yang digeledah Densus 88 anti teror merupakan milik ibu DYS.
"Itu kediaman ibunya (DYS), ibu Ating. Ibunya Dian (DYS)," ucapnya.
Di rumah tersebut, DYS tinggal pula bersama istrinya.
"Sudah (menikah) cuma belum punya anak," pungkasnya.
Dari informasi, DYS sehari-hari bekerja sebagai juru parkir di salah satu mini market. Biasanya, DYS berangkat pagi hari dan pulang di sore atau malam hari.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bye Minyak Berlebih! 5 Rekomendasi Micellar Water Bikin Muka Matte Seharian
-
Tak Hanya Bersih Mengilap, Peralatan Makan Juga Perlu Bebas Residu Kimia
-
Mobil Listrik Tapi Bebas Cas di SPKLU? Buktikan Sendiri Sensasi Nissan e-POWER di Yogyakarta
-
Review Buku "Tentang Dewasa": Teman Renungan dalam Menjalani Kehidupan
-
Kenapa Baterai Smartwatch Cepat Habis? Ini 5 Cara Menghematnya agar Tahan Lama
-
Dorong Inovasi PAI dan Kualitas Pendidikan, UNY Bekali Guru dengan Project Based Learning
-
Harga Daihatsu Rocky Bekas Manual Makin Menggoda: LCGC Kalah Murah, Intip Spesifikasinya
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Telepon PLN 123 Apakah Gratis? Cara Lapor Pemadaman Listrik yang Sering Terjadi
-
PAI UNY Dorong Guru PAI SMA Jogja Terapkan Kesetaraan Gender Berbasis Islam