Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencapai angka di atas 75 persen. Tepatnya 77,8 persen, dengan 10,2 persen responden merasa sangat puas.
Hal ini berdasarkan hasil temuan survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research.
"Di bayang-bayangi oleh ancaman resesi global yang diperkirakan akan melanda pada awal 2023, tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi tetap kokoh," kata Direktur Eksekutif indEX Research Vivin Sri Wahyuni, Kamis (29/12/2022).
Menurut Vivin, persoalan inflasi dan resesi tidak terlalu berdampak pada tingkat kepuasan publik. Jika melihat tren sebelumnya, faktor pandemi Covid-19 yang paling memukul telak.
Pada puncak gelombang delta pada pertengahan 2021 lalu, kepuasan publik anjlok hingga ke angka 60 persen.
"Pembatasan sosial yang sangat ketat saat itu membuat perekonomian sulit untuk bergerak, tetapi seiring pelonggaran maka kepuasan publik pun kembali pulih," ujar Vivin.
Vivin mewanti-wanti agar pemerintah mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi skenario terburuk. Terlebih, tahun depan agenda politik menuju Pemilu 2024 akan memanas, dengan jadwal partai-partai mengusung calon presiden dan calon wakil presiden.
"Jika perekonomian memburuk, bisa dipastikan akan merembet pada situasi politik," ucap dia.
Belakangan ini, tuturnya melanjutkan, wacana agar pemilu ditunda kembali mengemuka. Langkah ekstrem semacam itu hampir pasti akan mengundang reaksi protes dari berbagai kalangan.
Baca Juga: Ferdy Sambo Melawan, Gugat Presiden Jokowi dan Kapolri Gegara Tak Terima Dipecat dari Polri
Sebagai catatan, ada sebanyak 20,1 persen publik yang merasa tidak puas, di antaranya 2,3 persen tidak puas sama sekali, dan sisanya tidak tahu/tidak jawab 2,1 persen.
"Potensi ketidakpuasan ini harus dijaga agar tidak membesar pada bulan-bulan mendatang," ujar Vivin.
Survei indEX Research dilakukan pada 11-20 Desember 2022 terhadap 1.200 orang mewakili semua provinsi. Responden dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling) dan diwawancara tatap muka. Margin of error survei sebesar kurang lebih 2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Amran Sulaiman Semprot Pengamat Pangan: Saat Impor Diam, Swasembada Malah Teriak!
-
Bukan Cuma Enak, Ini Alasan Udang Sulsel Jadi Favorit Orang Jepang
-
7 Cara Pakai Concealer Bawah Mata Agar Tidak Crack dan Halus Seharian
-
Flawless Tanpa Dempul! 3 Foundation Full Coverage Buat Tutupi Bekas Jerawat
-
Kang Edai dan Kemiren: Ketika Budaya Osing Menjadi Jalan Menuju Kesejahteraan Desa
-
Pembunuhan Bos Konter HP Ambarawa: Pelaku Siapkan Palu Sebelum Beraksi, Sempat Kembali Datangi TKP
-
SIM Digital Berlaku Sah Pengganti Kartu Fisik, Begini Cara Aktivasinya di HP
-
Nyoman Nadiana, Les Grow, dan Astra: Modal Lokal VS Pendampingan Tepat
-
Daftar Mobil yang Wajib Dicoba Langsung Para Perempuan di Area Test Drive GIIAS 2026
-
Beda dari Biasanya, Sidang Tahunan MPR 2026 Tak Undang Perwakilan Negara Sahabat