/
Rabu, 04 Januari 2023 | 12:46 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. ([Suara.com/Bagaskara Isdiansyah[)

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto baru-baru ini menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana, Senin  (2/1/2022) lalu sesuai mandat Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

Pertemuan itu terjadi di tengah santernya isu perombakan kabinet atau reshuffle belakangan ini. Lalau apakah pertemuan itu menyinggung soal reshuffle?

"Dengan Presiden Jokowi? Ya rahasia namanya ditugaskan. Kan kita ketemu dengan Presiden Jokowi kan sifatnya very very strickly confidential," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Selasa (3/12/2023) kemarin.

Kata hasto, reshuffle menjadi hak prerogratif Presiden Jokowi. Meskipun sebelum melakukan perombakan, pasti ada pembicaraan dengan partai pendukungnya melalui para ketua umum partai.

"Kalau hal yang terkait dengan reshuffle itu kan ranahnya presiden. Dan sebelum mengambil keputusan, presiden Jokowi melakukan komunikasi politik partai pendukungnya, khususnya dengan Ibu Megawati Soekarnoputri. Sehingga itu bukan ranah kami. Itu ranah pemimpin tertinggi dari PDI Perjuangan yaitu Megawati Soekarnoputri," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Hasto memastikan ia ditugaskan Megawati bertemu Jokowi untuk menyampaikan undangan HUT PDIP ke-50 pada 10 Januari 2023.

"Kemarin diterima oleh beliau jam 14.30 WIB, kami sampaikan sekaligus mengundang Bapak Presiden Jokowi, karena nanti ada dua agenda pada 10 Januari yang pertama outdoor bersama dengan satgas PDIP dan Baguna yang sudah terbentuk sebesar satu batalion dan kemudian dilanjutkan dengan indoor," ungkapnya.

Hasto memaparkan PDIP mengusung tema “Genggam Tangan Persatuan dengan Jiwa Gotong Royong dan Semangat Api Perjuangan yang Tak Kunjung Padam" saat HUT ke-50 nanti. 

Partai berlogo banteng moncong putih itu pada acara pembukaan HUT ke-50 menggunakan pula subtema 'Persatuan Indonesia untuk Indonesia Raya.'

Baca Juga: Wacana Presiden Tiga Periode Tidak Akan Terjadi! Bukan Karna Rakyat, Tapi Karena Megawati

Lebih lanjut, Hasto menyebut PDIP mendasarkan dari sila ketiga Pancasila untuk menamai tema HUT ke-50 parpol berkelir merah itu.

"Silanya adalah persatuan Indonesia, prinsipnya kebangsaan dan itulah yang membuat kita kuat karena bersatu, kita bersatu untuk kuat," kata Hasto.

Load More